Logo Bloomberg Technoz

Gelombang panas baru diperkirakan mulai melanda akhir pekan ini, dengan suhu terus meningkat hingga Minggu dan mencapai 38 derajat Celsius di wilayah selatan Prancis, menurut petugas piket Direktur Jenderal Météo-France, Sylvain Mondon.

Tahun lalu, kebakaran hutan terparah dalam 70 tahun terakhir melahap kebun anggur dan lahan pertanian di kawasan tersebut, dengan luas area terdampak lebih dari 170 kilometer persegi. Saat ini terdapat sekitar 30 titik kebakaran, sementara enam departemen di Prancis selatan berada dalam status siaga merah selama akhir pekan.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nuñez, mengatakan kebakaran yang menghanguskan sekitar 900 hektare di Departemen Aude kini telah berhasil dikendalikan dan tidak lagi meluas.

Nuñez menambahkan, musim gelombang panas dan kebakaran hutan tahun ini datang sekitar satu bulan lebih awal dibandingkan biasanya. Ia mengumumkan mobilisasi besar-besaran personel di lapangan serta mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, mengingat sebagian besar kebakaran dipicu oleh aktivitas manusia.

Panas ekstrem juga telah menyebabkan gangguan pada jaringan listrik yang memutus aliran listrik ke sekitar 10.000 rumah tangga di Marignane dan Vitrolles, seperti dilaporkan La Provence mengutip operator distribusi listrik Enedis.

Gelombang tekanan udara tinggi dan cuaca panas juga diperkirakan melanda Inggris dan Spanyol akhir pekan ini, menurut Met Office dan badan meteorologi Spanyol, AEMET. Berdasarkan proyeksi European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF), suhu di London diperkirakan melampaui 30 derajat Celsius pada 10 Juli.

Risiko kebakaran juga terus meningkat di Yunani, Portugal, dan Spanyol. Peringatan kebakaran tingkat kuning diberlakukan di Athena, wilayah selatan daratan Yunani, serta Pulau Kreta dan Rhodes. Pemerintah setempat memperketat penegakan aturan untuk mencegah kebakaran yang dipicu secara sengaja maupun tidak sengaja.

Petugas pemadam juga terus berpacu mengendalikan kebakaran di Spanyol dan Portugal, yang telah mengeluarkan peringatan bahaya kebakaran ekstrem. Otoritas Perlindungan Sipil Nasional Portugal meningkatkan patroli, membatasi akses masyarakat ke kawasan hutan, serta melarang penggunaan kembang api dan sebagian besar aktivitas pembakaran limbah.

Pada pertengahan Juli, sekitar 250 petugas pemadam kebakaran dari Mekanisme Perlindungan Sipil Uni Eropa dijadwalkan ditempatkan di Yunani untuk bersiap menghadapi puncak musim kebakaran Mediterania. Lebih dari 500 petugas lainnya juga akan disiagakan di Prancis, Spanyol, Italia, Siprus, dan Portugal hingga September.

Ancaman suhu ekstrem dan kebakaran hutan diperkirakan masih akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan. Model cuaca dan iklim jangka panjang Météo-France menunjukkan adanya risiko berulangnya tekanan udara tinggi di Eropa, yang merupakan benua dengan laju pemanasan tercepat di dunia.

(bbn)

No more pages