Untuk perdagangan hari ini, Kamis (2/7/2026), BRI Danareksa Sekuritas menyebut pasar masih akan mencermati respons lanjutan terhadap data perdagangan dan inflasi, serta perkembangan nilai tukar rupiah yang masih menjadi penentu utama arus dana asing.
Investor juga menunggu rilis data ketenagakerjaan AS sebagai petunjuk arah kebijakan suku bunga acuan Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed).
“Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak terbatas dengan support 5.560 dan resistance 5.820,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas, dengan catatan
Saham-saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah RAJA, MBMA, dan NCKL.
Yang juga jadi perhatian pasar, melansir Phintraco Sekuritas, data Challenger, Gray and Christmas terbaru dilaporkan terdapat 45,849 jumlah Pemutusan Hubungan Kerja di AS pada bulan Juni, turun 53% dari 97.006 Pemutusan Hubungan Kerja pada Mei dan menandai total bulanan terendah sejak Desember 2025.
Sedang data ADP menunjukkan pemberi kerja swasta AS menambah 98 ribu pekerjaan pada bulan Juni, lebih rendah dari estimasi 118 ribu dan 122 ribu pada bulan Mei.
Dalam catatan yang sama, Gubernur The Fed Kevin Warsh menolak memberikan petunjuk tentang kebijakan menjelang pertemuan Juli, namun menyebutkan The Fed telah melihat inflasi yang terlalu tinggi. Menurut CME's Fedwatch tools, pasar memperkirakan hampir 73% kemungkinan The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap pada pertemuan Juli mendatang, dan 65% kemungkinan akan menaikkan suku bunga setidaknya 25 bps pada pertemuan FOMC berikutnya pada September.
Berbagai sentimen yang ada, dengan begitu. “Diperkirakan IHSG berpeluang berkonsolidasi pada kisaran 5.600–5.800,” mengutip paparan Phintraco, yang secara teknikal menunjukkan Stochastic RSI mendekati area oversold namun MACD berpotensi mengalami death cross.
Top picks atau saham pilihan riset Phintraco: saham BRPT, ESSA, JPFA, ERAA, dan RAJA.
CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, melemahnya Bursa Wall Street, berlanjutnya aksi jual investor asing dan melemahnya nilai tukar rupiah diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.
Sementara itu naiknya harga komoditas mineral logam berpeluang menjadi katalis positif untuk IHSG.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 5.610–5.525 dan resistance 5.780–5.865,” tulis riset CGS International.
Dengan saham-saham pilihan CGS meliputi meliputi saham ERAA, JPFA, TINS, MBMA, MDKA, dan BBCA.
Panin memproyeksikan IHSG berpotensi kembali melemah, disebabkan oleh rilis data domestik yang kurang positif seperti defisit perdagangan pertama dalam 72 bulan dan PMI yang melambat turun ke level 46,9, bersamaan dengan Kembali melemahnya nilai tukar rupiah yang diikuti dari kenaikan yield obligasi, serta masih derasnya outflow dana asing.
“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan kembali melemah,” mengutip Panin Sekuritas.
Sedang, saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah BUMI, INDY, dan AKRA.
(fad)



























