Pekan ini, pergerakan rupiah akan dibayangi oleh sentimen yang datang dari peringatan Fitch Ratings, yang menyebut peringkat utang Indonesia berpotensi diturunkan jika cadangan devisa terus menyusut. Sebelumnya, Fitch telah menurunkan prospek peringkat Indonesia dari stabil menjadi negatif.
Fitch memperkirakan cadangan devisa RI pada 2026 hanya mampu menutup sekitar 4,9 bulan kebutuhan pembayaran eksternal pemerintah, sedikit di bawah median negara-negara dengan peringkat BBB yang mencapai 5 bulan. Saat ini, level peringkat Indonesia masih berada di BBB dengan cadangan devisa 5,5 bulan.
Pelemahan rupiah membuat Bank Indonesia melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk meredam volatilitas. Penjualan dolar AS, pembayaran utang luar negeri yang tahun ini jatuh tempo sebesar Rp833 triliun, membuat cadangan devisa turun menjadi US$144,9 miliar pada Mei.
Dengan begitu, rasio kecukupan cadangan devisa turun menjadi 5,5 bulan impor, dan pembayaran utang luar negeri, dari sebelumnya 6,3 bulan.
Selain itu, sentimen yang datang dari data defisit neraca dagang sebesar US$1,61 miliar pada Mei 2026 juga dapat memperburuk prospek aset berdenominasi rupiah. Ini merupakan defisit pertama setelah mengalami surplus dagang selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Di tengah kondisi ini, tekanan terhadap rupiah tak lagi berasal dari faktor eksternal seperti penguatan dolar AS, atau ketidakpastian gepolitik seperti yang terjadi pada akhir kuartal pertama tahun ini.
Melemahnya fundamental domestik mulai menjadi perhatian pelaku pasar. Di sisi lain, peringatan dari Fitch memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral akan mempertahankan sikap moneter yang ketat, bahkan membuka ruang bagi kenaikan suku bunga acuan pada pertemuan bulan ini.
Analisis Teknikal
Secara teknikal, tukar rupiah berpotensi melanjutkan tren pelemahan hari ini. Adapun rupiah berpotensi melemah menembus support Rp17.980/US$ hingga Rp18.000/US$ usai penembusan trendline sebelumnya.
Teknikal rupiah juga memperlihatkan level Rp18.100/US$ sebagai level paling pesimistis dalam time frame harian.
Sebaliknya, rupiah memiliki resistance terdekat di level Rp17.900/US$. Apabila level ini berhasil tembus, maka mengonfirmasi resistance di Rp17.800/US$ juga sebagai target potensial.
(riset/aji)























