Logo Bloomberg Technoz

“Proyek pengembangan menghadapi banyak ketidakpastian,” kata Diego Espinosa, analis tenaga angin dari perusahaan riset Wood Mackenzie.

Prospek Angin Darat AS. (Bloomberg)

Sektor energi angin juga kalah saing dengan sumber energi terbarukan lainnya. Bahkan pada era Trump, tenaga surya dengan mudah menyumbang kapasitas baru tahunan terbanyak, sementara baterai juga mengungguli penambahan kapasitas energi angin setiap tahun. Pembangkit tenaga surya lebih murah dan lebih cepat dipasang, faktor kritis di era lonjakan permintaan dari pusat data yang haus daya.

“Biaya tenaga surya terus turun lebih dari yang diperkirakan sebelumnya, sementara biaya tenaga angin justru meningkat dalam beberapa tahun terakhir,” kata Harrison Sholler, analis BloombergNEF.

Pengembang tenaga angin memiliki lebih sedikit lokasi yang secara ekonomi masuk akal untuk memasang turbin setinggi langit mereka dibandingkan dengan tenaga surya. Dan sebagian besar lokasi tersebut telah dibangun—seperti di Texas Panhandle—yang semakin membatasi peluang, kata Sholler.

Industri energi angin sudah menyadari bahwa energi surya memiliki beberapa keunggulan bawaan, tetapi tidak menyangka akan seluas kampanye anti-angin Trump. Industri ini berkembang pesat selama masa jabatan pertama Trump meski ia membenci turbin jauh sebelum memasuki dunia politik.

Para pejabat pemerintahan Trump secara luas mengkritik energi angin dan surya, menganggap energi terbarukan yang bebas emisi ini bergantung pada subsidi pemerintah serta membutuhkan infrastruktur dan kapasitas tambahan untuk mengimbangi pembangkitan listriknya yang tidak stabil.

Meski demikian, AS sedang menghadapi lonjakan permintaan listrik yang didorong oleh tuntutan industri kecerdasan buatan untuk kapasitas komputasi yang lebih besar.

Pada masa jabatan kedua Trump, pemerintahannya mengambil serangkaian tindakan untuk menghentikan pengembangan tenaga angin. Pada hari pertamanya menjabat, Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang menyerukan moratorium atas persetujuan proyek-proyek tenaga angin di lahan dan perairan federal, dekrit yang dinyatakan ilegal pada Desember oleh hakim federal di Boston.

Pemerintah juga mengeluarkan perintah penghentian pekerjaan lima pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai, yang kemudian dicabut setelah para pengembang menggugat keputusan tersebut di pengadilan federal.

Beberapa kelompok energi bersih menuduh Pentagon menghentikan peninjauan keamanan terhadap turbin yang diusulkan, yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek-proyek tersebut. Kelompok-kelompok tersebut mengajukan gugatan awal bulan ini untuk mencabut dugaan penangguhan tersebut, yang menurut mereka berdampak pada lebih dari 100 proyek senilai hampir US$50 miliar investasi.

Departemen Pertahanan AS tidak menanggapi permintaan komentar mengenai gugatan dan tuduhan bahwa lembaga tersebut menghalangi persetujuan.

David Carroll, CEO pengembang energi terbarukan Engie North America, mengatakan ketidakmampuan memperoleh persetujuan izin telah menempatkan industri tenaga angin dalam posisi yang rentan.

“Ada investasi modal yang terhenti begitu saja,” kata Carroll, yang juga menjabat sebagai ketua asosiasi perdagangan American Clean Power Association. “Dewan direksi perusahaan-perusahaan pun mempertanyakan apakah mereka harus terus mengembangkan pembangkit listrik tenaga angin di AS.” 

Engie tetap akan berusaha menyelesaikan belasan proyek pembangkit listrik tenaga angin yang terhenti akibat pembekuan izin tersebut, kata Carroll. 

“Namun, kami tidak mengalokasikan banyak investasi untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga angin baru saat ini, karena profil risikonya terlalu besar,” ujarnya.

(bbn)

No more pages