Logo Bloomberg Technoz

Menurut Kholid, setiap upaya pemanfaatan gas bumi domestik untuk menekan ketergantungan pada energi impor layak untuk didukung.

Namun, pembangunan ekosistem yang matang menjadi syarat mutlak sebelum bahan bakar ini dilepas ke pasar komersial.

"Jika pascauji teknis dinyatakan layak operasi komersial, yang harus dipastikan adalah keseluruhan ekosistemnya, mulai dari ketersediaan pasokan gas, infrastruktur pengisian [mother station dan daughter station], sistem logistik, hingga penerimaan masyarakat," jelasnya. 

Dengan demikian, dia menekankan pentingnya pelaksanaan proyek percontohan (pilot project) terlebih dahulu.

Adapun, salah satu tantangan terbesar dalam distribusi CNG adalah karakteristik teknisnya yang sangat berbeda dengan tabung LPG melon 3 kg yang selama ini digunakan masyarakat.

CNG disimpan dalam tabung dengan tekanan yang jauh lebih tinggi.

"Mekanisme distribusi CNG butuh standar keamanan yang lebih tinggi. CNG disimpan pada tekanan sekitar 200—250 bar, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan LPG yang hanya sekitar 5—10 bar," tuturnya.

Meski bekerja pada tekanan yang sangat tinggi, Kholid menjelaskan bahwa karakter utama gas metana—yang menjadi bahan baku CNG—sebenarnya memiliki sisi positif saat terjadi kebocoran.

Karena massanya lebih ringan daripada udara, gas metana cenderung cepat naik dan terdispersi di ruang terbuka, sehingga meminimalkan risiko ledakan di area yang berventilasi baik.

Kendati demikian, rantai pasok CNG tetap menuntut pengawasan ketat. Fasilitas pengisian bertekanan tinggi, tabung khusus, prosedur inspeksi berkala, serta sistem keselamatan yang rigid tidak boleh ditawar.

"Karena bekerja pada tekanan yang lebih tinggi, tabung, valve [katup], regulator, dan sistem pengamannya harus memiliki standar yang sangat tinggi. Uji teknis dan keamanan adalah tahapan yang sama sekali tidak boleh dikompromikan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman mengungkapkan pemerintah akan segera meluncurkan produk tabung gas alam terkompresi CNG ukuran 3 kg bernama tabung CNG Merah Putih.

“Namanya tabung merah putih,” ungkap Laode saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (29/6/2026).

Laode menambahkan saat ini uji coba tabung CNG telah memasuki tahap ke tiga. Menurutnya, tersisa satu tahap lagi pengujian sebelum akhirnya dapat diedarkan ke masyarakat.

“Ya maksudnya satu tahap lagi sudah bisa diedarkan. Iya [penerapan pada Juli],” tambah Laode.

Meski begitu, pada tahap awal, tabung CNG masih akan diimpor dari China, dengan pertimbangan kualitas tabung yang berbahan dasar komposit (tabung tipe 4) atau tabung yang terbuat dari bahan serat komposit (seperti serat karbon atau fiberglass) dengan pelapis dalam polimer.

“Saat ini [impor tabung] dari China saja,” katanya.

Laode menambahkan, pada pengujian tahap keempat, Kementerian ESDM dan Lemigas akan fokus pada keamanan tabung dan valve atau katup tabung.

“Seperti itu yang paling penting. Safety dari valve dan tabungnya seperti apa. Kan di China itu penggabungan antara tabung sama gas di dalamnya,” kata Laode.

Untuk diketahui, valve atau katup adalah komponen mekanis yang berfungsi untuk mengatur, membuka, menutup, atau mengendalikan aliran gas dari tabung menuju kompor.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga menyebutkan proyek masifikasi CNG sebagai alternatif pengganti LPG telah memasuki uji tahap ketiga.

“CNG ini sekarang sudah masuk dalam tahap ketiga untuk gas tabung 3 kilonya sama Pertamina,” kata Bahlil dalam agenda Energy Forum CNBC Indonesia, Kamis (25/6/2026).

Bahlil menambahkan saat ini CNG tengah diuji coba dengan menggunakan katup untuk mengendalikan aliran gas dari tabung menuju kompor.

"Nah ini yang kita sekarang lagi uji coba dia pakai valve. Ini yang kita coba. Nanti kompornya tidak perlu diganti, jadi kompor langsung,” kata Bahlil.

Menurutnya, penggunaan valve dapat mencegah ledakan, kebakaran hingga kebocoran gas meskipun terpapar suhu api ekstrem hingga 1000 °C.

“Dan itu [valve] bisa menahan ledakan dan kebakaran sampai 1000 derajat,” ungkap Bahlil.

(smr/wdh)

No more pages