Perusahaan akan menargetkan “bidang-bidang yang berada di luar cakupan yang mungkin dianggap sebagai target menarik oleh industri farmasi dan bioteknologi tradisional,” kata Kepala Bidang Ilmu Hayati Anthropic, Eric Kauderer-Abrams.
Anthropic dan pesaingnya, OpenAI, telah menghabiskan sebagian besar waktu sepanjang tahun 2025 untuk mengembangkan berbagai tool AI guna mempermudah berbagai tugas profesional — mulai dari layanan keuangan hingga sains dan perawatan kesehatan — dengan tujuan menarik lebih banyak pelanggan korporat dan membenarkan valuasi tinggi mereka.
Anthropic, yang kini punya valuasi US$965 miliar, sedang berupaya melakukan penawaran umum perdana (IPO) paling cepat pada musim gugur ini.
Ragam upaya Anthropic, khususnya, telah mengguncang pasar dalam beberapa bulan terakhir, mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas mengenai perusahaan dan layanan mana yang pada akhirnya akan menjadi usang akibat AI.
Pada bulan Februari, misalnya, Anthropic memperkenalkan Claude Cowork guna mengotomatisasi pekerjaan tertentu di bidang hukum, seperti peninjauan kontrak dan penyusunan laporan hukum.
Saham perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang penemuan obat anjlok tajam menyusul berita tentang Claude Science. Schrodinger Inc. anjlok hingga 8,3%. Recursion Pharmaceuticals Inc., yang sempat merosot hingga 3,3%, kemudian mampu memangkas kerugiannya. IQVIA Holdings Inc. turun hingga 2,3% sebelum berhasil memulihkan kerugiannya.
Anthropic mengumumkan Claude Science dalam sebuah acara di San Francisco di mana CEO Dario Amodei berbicara, bersama dengan Vas Narasimhan, CEO perusahaan farmasi Novartis AG dan anggota dewan direksi Anthropic. Chris Boerner, CEO perusahaan farmasi Bristol-Myers Squibb Co., juga diharapkan akan berbicara.
Selama setahun ke depan, lanjut Amodei, dirinya berharap dapat melihat “beberapa keberhasilan” dalam menggunakan AI untuk menemukan target baru dalam penemuan obat.
“Saya rasa kita telah membuat banyak pernyataan berani, dan kini saya rasa kita perlu benar-benar membuktikan kepada pasien bahwa kita memang menghasilkan hasil nyata,” kata Vas Narasimhan, CEO Novartis dan anggota dewan direksi Anthropic, dalam acara tersebut.
Narasimhan berharap regulasi yang tepat segera diberlakukan. “Akan sangat disayangkan jika krisislah yang memaksa kita untuk menerapkan regulasi AI yang tepat,” katanya.
Anthropic menegaskan bahwa Claude Science menggunakan model-model Claude yang sudah ada dan tersedia secara luas, seperti Opus 4.8, yang dirilis Anthropic pada bulan Mei. Hasil output dari Claude akan mencakup detail yang dapat dilacak sehingga para ilmuwan dapat memverifikasi keakuratan informasi tersebut, kata perusahaan itu. Gambar yang dihasilkan aplikasi ini juga akan menyertakan detail mengenai cara pembuatannya.
Peluncuran ini terjadi kurang dari dua minggu setelah startup tersebut menonaktifkan akses ke model AI tercanggihnya — Fable 5 dan Mythos 5 — akibat perintah pemerintahan Trump untuk mencegah teknologi tersebut jatuh ke tangan warga negara asing.
Pada hari Jumat, Anthropic memperoleh persetujuan dari AS untuk memulihkan sebagian akses ke Mythos 5, setelah menyelesaikan kekhawatiran pemerintahan Trump mengenai potensi ancaman teknologi tersebut terhadap keamanan nasional; belum ada pengumuman mengenai perubahan apa pun terkait pembatasan penggunaan model Fable 5.
(bbn)



























