"Di sisi lain, inflasi inti turun dari bulan lalu karena harga emas yang juga turun relatif kencang," kata David.
Dalam kesempatan berbeda, Teuku Muhammad Riefky Hasan, Peneliti Makroekonomi Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) memperkirakan inflasi pada Juni akan meningkat ke kisaran 3,3%-3,5% (yoy), lebih tinggi dari bulan sebelumnya.
Senada, Riefky juga menilai inflasi terkerek akibat didorong oleh kenaikan harga Pertamax.
"Selain pertamax, faktor lainnya juga adalah pelemahan rupiah yang mendorong imported inflation," kata Riefky pada Rabu (1/7/2026).
~Artikel disusun dengan asistensi Mis Fransiska~
(lav)
No more pages






























