Logo Bloomberg Technoz

Berikut daftar orang terkaya di Indonesia terbaru berdasarkan Bloomberg Billionaires (Rich) Index dengan data 30 Juni 2026,

1. Sukanto Tanoto

Sukanto Tanoto merupakan pendiri Royal Golden Eagle, konglomerat manufaktur skala global yang memiliki aset lebih dari US$40 miliar pada 2026, berdasarkan data Bloomberg.

Dengan berbagai sumber kekayaan dari segala lini bisnis di banyak negara, termasuk London, Singapura, Shanghai, dan Munich. Sukanto Tanoto berhasil menempati peringkat ke–106 orang terkaya dunia. Kekayaannya berhasil menyentuh US$24,3 miliar, atau Rp435,02 triliun.

Sukanto Tanoto (Dok. Tanoto Foundation/Diolah)

Kekayaannya bertambah signifikan mencapai 12% hingga miliaran dolar AS atau US$2,6 miliar (Rp46,54 triliun), Sukanto Tanoto pantas menyabet gelar orang terkaya di dunia dan nomor 1 di Indonesia. Kekayaannya pun berhasil menyalip jauh salah satu pengusaha paling berpengaruh, Prajogo Pangestu.

2. Prajogo Pangestu

Prajogo Pangestu, pemilik Grup Barito, berada di peringkat ke–2 teratas daftar orang terkaya Indonesia. Prajogo sekaligus menjadi orang terkaya ke–176 di dunia.

Prajogo Pangestu (Dok. LinkedIn/Prajogo Pangestu)

Jumlah kekayaannya terbilang US$16,5 miliar atau mencapai Rp295,38 triliun. Hartanya menguap 64,2% mencapai US$29,6 miliar (Rp529,9 triliun) dan harus berpuas dengan disematkannya predikat 'turun kelas' per 30 Juni 2026.

3. Low Tuck Kwong

Low Tuck Kwong, Direktur Utama Bayan Resources. Foto: Ahmad Zamroni/Forbes Indonesia

Low Tuck Kwong, seorang pengusaha pemilik perusahaan pertambangan batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) berada di peringkat ke–3 orang terkaya di Indonesia, sekaligus peringkat ke–187 orang terkaya dunia dengan harta kekayaan US$16,1 miliar atau setara dengan Rp288,22 triliun. Namun memang, nilai tersebut susut 26,6% year–to–date mencapai US$5,8 miliar (mencapai Rp103,83 triliun).

4. Budi Hartono

Grup Djarum menjadi sumber Hartono bersaudara mengumpulkan pundi–pundi harta kekayaan, Ia juga merupakan pemegang saham terbesar di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), bank terbesar di Indonesia. Nama Budi Hartono masuk jajaran orang terkaya urutan ke-254 berdasarkan data Bloomberg.

Budi Hartono (Rumahinovasi.net/diolah)

Posisi itu berhasil diraihnya sekalipun kekayaannya menguap 32,3% mencapai US$6,2 miliar (Rp110,99 triliun) sepanjang tahun 2026 menjadi US$13 miliar, yang nilainya sama dengan Rp232,72 triliun.

5. Anthoni Salim

Pemilik Grup Indofood, perusahaan produsen makanan dan minuman terpopuler di Indonesia, Anthoni Salim masuk ke dalam jajaran daftar orang terkaya di Indonesia dengan berada di peringkat ke–5.

Presiden Direktur dan CEO PT Indofood CBP Sukses Makmur, Anthoni Salim. (Yuriko Nakao/Bloomberg)

Kekayaannya berhasil mencapai US$11,7 miliar, atau setara dengan Rp209,45 triliun hingga menempatkannya di posisi 299 orang terkaya di seluruh dunia.

Yang juga jadi perhatian, kekayaannya sepanjang tahun 2026 tergelincir hebat di tren negatif dengan penurunan di atas kertas mencapai 26,5% hingga menguap US$4,2 miliar (Rp75,18 triliun).

6. Dato Sri Tahir 

Dato Sri Tahir memiliki kekayaan US$9,3 miliar yang sama dengan Rp166,49 triliun yang berasal dari berbagai bisnis meliputi perbankan, kesehatan, properti, hingga media massa. PT Berita Mediatama Indonesia, perusahaan yang menaungi Bloomberg Technoz, berafiliasi dengan Grup Mayapada milik Dato Sri Tahir.

Sejumlah perusahaan yang dinaungi dan terafiliasi dengannya, PT Bank Mayapada International Tbk (MAYA), PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO), dan PT Sejahteraraya Anugerahjaya Tbk (SRAJ) yang merupakan operator Mayapada Hospital.

Pendiri Mayapada Group, Dato Sri Tahir. Foto: Andrean Kristianto/Bloomberg Technoz

Dato Sri Tahir juga merupakan pemilik PT Raja Kutai Baru Makmur. Perusahaan ini bergerak di pertambangan batu bara. Dari properti, Dato Sri Tahir memiliki properti perkantoran, hotel, mal, dan sebagainya. Termasuk Mayapada Tower I dan II, Sona Topaz Tower, Menara Topaz (Surabaya), Fairmont Hotel (Bali), Four Points by Sheraton (Jakarta dan Batam), Fairfield by Marriott (Surabaya), Mal Bali Galeria, dan Lampung Land. Dato Sri Tahir juga tercatat memiliki properti di luar negeri yakni Singapura dan Jepang.

Dengan berbagai aset dan sumber kekayaan dari segala lini bisnis, Dato Sri Tahir berhasil menempati peringkat ke–414 orang terkaya dunia, usai memperhitungkan kekayaannya menguap 32,1% point–to–point mencapai US$4,4 miliar, atau lenyap di atas kertas Rp78,77 triliun pada 2026.

(fad)

No more pages