Logo Bloomberg Technoz

Saham barang baku, saham energi, dan saham perindustrian menjadi pendorong pelemahan IHSG, dengan tertekan mencapai 4,29%, 3,31% dan 2,67%.

Saham–saham barang baku yang menjadi pemberat IHSG sepanjang perdagangan hari ini adalah PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) drop 8,98%. Selain itu pelemahan juga terjadi pada saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang juga amblas 7,61%.

Sementara itu, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) jatuh 6,14%, dan juga saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) tergelincir 4,37%.

Saham Prajogo Pangestu lain, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) jatuh 4,27%, dengan PT Petrosea Tbk (PTRO) yang amblas 4,27%. Senasib, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga drop 3,21%.

Di sisi lain, indeks saham LQ45 yang berisikan saham-saham unggulan juga terjerembab di zona merah, dengan penurunan 2,39% di posisi 559,29.

Saham–saham LQ45 yang tercatat drop harganya adalah saham PT Hartadinata Abadi  Tbk (HRTA) melemah 6,53%, saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) turun 6,49%, dan saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dengan penurunan 5,67%.

Senada, tren negatif juga terjadi pada saham LQ45 berikut, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) terdepresiasi 5,45%, saham PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) mencatat kehilangan 5,26%, dan saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) turun 4,85%.

Mencermati tren regional, Bursa Asia justru berhasil menguat pada perdagangan siang hari ini, amat berseberangan jauh dengan IHSG. TW Weighted Index (Taiwan), dan KOSPI (Korea Selatan) berhasil memimpin penguatan Bursa Saham Asia.

Shenzhen Comp. (China), NIKKEI 225 (Jepang), CSI 300 (China), Topix (Jepang), SETI (Thailand), Ho Chi Minh Stock (Vietnam), KOSDAQ (Korea Selatan), KLCI (Malaysia), dan Shanghai Composite (China), menyusul di zona hijau.

Sementara itu, Hang Seng (Hong Kong), PSEi (Filipina), Straits Times (Singapura), dan SENSEX (India), tergelincir di zona merah bersama IHSG.

Phillip Sekuritas Indonesia menyebut, putusan Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat (AS) yang menegaskan independensi Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) dan meredanya perselisihan antara AS dan Iran turut berkontribusi pada membaiknya sentimen pasar, termasuk bagi Bursa Asia.

Keputusan MA Negeri Paman Sam yang telah lama ditunggu-tunggu menyatakan Gubernur Federal Reserve Lisa Cook akan tetap menjabat untuk saat ini, menolak upaya Pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk memecatnya. 

Sementara itu, Iran dan AS sepakat untuk menghentikan permusuhan di Teluk Persia dan melanjutkan pembicaraan mengenai sengketa mereka atas Selat Hormuz sehingga meningkatkan harapan untuk menyelamatkan kesepakatan damai sementara yang berada di tengah–tengah tekanan akibat aksi saling serang oleh kedua negara dalam beberapa hari belakangan ini.

Mengutip dari catatan yang sama, Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada Senin, kedua negara akan bertemu di Doha, Qatar, pada Selasa untuk melanjutkan pembicaraan damai.

Namun memang, yang turut jadi perhatian, sorotan utama minggu ini adalah rilis data pasar tenaga kerja AS (Non–Farm Payrolls) untuk bulan Juni pada hari Kamis yang dianggap penting bagi pemikiran kebijakan Federal Reserve.

(fad)

No more pages