Meski melemah, harga emas masih bertahan di atas US$ 4.000/troy ons. “Ini menunjukkan bahwa ada yang menjaga harga di level tersebut. Saya memperkirakan harga emas menjadi lebih tahan terhadap volatilitas di Timur Tengah, terutama karena sekarang kenaikan secara year-to-date sudah resmi terhapus,” tutur Justin Lin, Analis di Global X ETFs Australia, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Sebagai informasi, harga emas sudah turun hampir 7% sepanjang 2026.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana proyeksi harga emas untuk hari ini, Selasa (30/6/2026)? Apakah bisa bangkit atau malah makin terjepit?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas terbenam di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 35. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.
Sedangkan indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 29. Menghuni area jual (short) yang kuat.
Untuk perdagangan hari ini, harga emas berpotensi naik. Cermati pivot point di US$ 4.067/troy ons.
Dari situ, harga emas berpeluang menguji resisten US$ 4.080-4.101/troy ons. Target paling optimistis ada di US$ 4.113/troy ons.
Namun kalau harga emas turun lagi, maka US$ 4.012/troy ons rasanya bisa menjadi target support terdekat. Terlihat bahwa ruang koreksi harga sudah menyempit.
(aji)



























