Logo Bloomberg Technoz

Kenaikan IHK tersebut utamanya didorong oleh lonjakan tarif layanan air menyusul berakhirnya masa pemberian subsidi. Sebaliknya, harga komponen energi terpantau melanjutkan tren penurunan berkat adanya kebijakan subsidi bensin yang diterapkan oleh Perdana Menteri Sanae Takaichi.

Peningkatan IHK ini berpotensi memicu kekhawatiran para pembuat kebijakan mengenai kemungkinan inflasi melampaui target jangka panjang BOJ sebesar 2 persen. Meskipun tren inflasi Jepang sejauh ini berhasil diredam oleh program pembatasan biaya hidup temporer dari pemerintah, data hari Jumat ini akan mendukung sikap bank sentral untuk terus mengerek suku bunga dari level terendah di antara negara-negara ekonomi maju lainnya, menyusul langkah kenaikan suku bunga yang telah diambil pekan lalu.

Sejumlah korporasi di Jepang mulai menunjukkan perubahan perilaku dalam menetapkan harga jual produk mereka sejak pecahnya perang di Iran. Alih-alih memangkas biaya operasional serendah mungkin, banyak perusahaan yang kini mulai mengumumkan kenaikan harga produk, termasuk operator transportasi Keihan Bus Co serta produsen camilan Kameda Seika Co baru-baru ini.

Di sektor pangan, pergerakan harga terpantau bervariasi. Harga beras turun 6 persen, melanjutkan tren pembalikan arah dari lonjakan tajam tahun lalu. Sebaliknya, harga daging babi, ikan tuna, dan keripik kentang justru melonjak hingga mencapai dua digit. Harga di sektor jasa—yang menjadi indikator penting bagi inflasi yang didorong oleh sisi permintaan (demand-driven inflation)—naik 1,1 persen dibandingkan tahun lalu, yang sebagian besar dipicu oleh tarif penginapan.

Pergerakan mata uang yen yang saat ini masih bertengger di dekat level terlemahnya dalam hampir empat dekade terakhir juga diprediksi akan menjaga inflasi tetap berada di level tinggi. Para pelaku pasar kini dalam posisi siaga mengantisipasi potensi intervensi pasar kembali oleh otoritas keuangan Jepang, menyusul rentetan peringatan lisan dari Kementerian Keuangan serta rekor aksi intervensi langsung dalam beberapa pekan terakhir.

Dalam pidatonya pada hari Rabu, Gubernur BOJ Kazuo Ueda menegaskan kembali komitmennya untuk terus menaikkan suku bunga acuan secara bertahap guna merespons dinamika pertumbuhan ekonomi, inflasi, serta kondisi stabilitas keuangan. Senada dengan hal tersebut, Naoki Tamura yang merupakan anggota dewan BOJ berhaluan hawkish, pada Kamis kemarin juga menyerukan pentingnya kenaikan suku bunga acuan setiap beberapa bulan sekali. BOJ dijadwalkan akan mengumumkan keputusan kebijakan moneter terbarunya pada 31 Juli.

(bbn)

No more pages