Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, kapitalisasi pasar akan lompat ke Rp2,14 triliun apabila harga saham RANS dihargai di level Rp170/saham.

Menurut sebagian investor, RANS semestinya melepas minimal 25% saham ke publik dari modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan.

Investor berpijak pada aturan terbaru BEI yang mengamanatkan calon perusahaan publik mesti melepas minimal 25% saham free float apabila kapitalisasi pasar berada di bawah Rp5 triliun saat rencana pencatatan saham.

Regulasi anyar ihwal aturan terbaru IPO itu tertuang dalam Surat Keputusan Direksi BEI dengan Nomor Kep-00045/BEI/03-2026 perihal Perubahan Peraturan Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat. Aturan itu mulai berlaku 31 Maret 2026.

Saham Bonus

Mengutip prospektus IPO RANS, manajemen sebelumnya membagikan saham bonus kepada sejumlah investor lama perseroan seiring dengan upaya peningkatan modal dan ditempatkan dan disetor pada periode akhir 2025.

RANS mengerek modal yang ditempatkan dan disetor menjadi Rp100,84 miliar di periode akhir 2025 yang sebelumnya sebesar Rp40,33 miliar.

Penambahan modal itu dilakukan lewat kapitalisasi akun tambahan modal disetor atau agio saham perseroan sampai dengan tahun buku 31 Desember 2025 sebesar Rp60,5 miliar yang diambil secara proporsional oleh para pemegang saham lama perseroan.

Kapitalisasi agio saham itu terekam dalam laporan keuangan perseroan per tanggal 31 Desember 2025 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Teramihardja, Pradhono dan Chandra.

Saham bonus itu dibagikan kepada Raffi Farid Ahmad atau Raffi Ahmad sebesar 952,02 juta lembar saham atau senilai Rp47,6 miliar.

PT Indonesia Entertainment Grup mengambil 109,38 juta lembar saham atau senilai Rp5,46 miliar, Soutal Ariq Rachman sebesr 41,46 juta saham atau senilai Rp2,07 miliar, Bos Danantara Dony Oskaria sebesar 41,43 juta lembar saham atau senilai Rp2,07 miliar, Sutanto Hartono sebesar 17,28 juta lembar saham senilai Rp864 juta.

Sementara itu, Nagita Slavina Mariana Tengker mengambil bagian 14,97 juta lembar saham atau senilai Rp748,5 juta, Kaesang Pangarep sebesar 13,83 juta lembar saham atau senilai Rp691,5 juta, Hikmat Janika mengambil bagian 10,35 juta lembar saham senilai Rp517,5 juta dan PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi sebesr Rp9,21 juta lembar saham senilai Rp460,5 juta saham.

Bloomberg Technoz telah meminta konfirmasi ke Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna ihwal polemik yang belakangan berkembang soal porsi free float RANS tersebut. Hanya saja, permohonan konfirmasi belum ditanggapi sampai berita tayang.

(naw)

No more pages