Logo Bloomberg Technoz

Akhirnya harga emas berhasil naik usai turun tiga hari beruntun. Selama tiga hari tersebut, harga terpangkas lebih dari 4%.

Jadi, sepertinya harga emas memang sudah ‘murah’. Kesempatan ini yang dimanfaatkan pelaku pasar untuk melakukan aksi borong, sehingga harga terdongkrak.

Selain itu, dinamika di Timur Tengah juga menjadi sentimen positif bagi harga emas. Bloomberg News mengabarkan, Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance menyebut proses dialog dengan Iran sejak akhir pekan lalu “sangat sangat baik”.

Sejumlah pejabat Iran pun mengkonfirmasi hal tersebut, meski masih ada beberapa poin yang belum disepakati.

Salah satu yang sudah disetujui adalah AS dan Iran sudah membentuk jalur komunikasi untuk mengamankan rute pelayaran di Selat Hormuz. AS juga telah memberi izin bagi Iran untuk menjual minyak ke pasar internasional selama 60 hari ke depan.

Perkembangan ini membuat harga minyak dunia anjlok. Kemarin, harga minyak jenis brent jatuh lebih dari 3% ke US$ 78,14/troy ons.

Apabila harga energi bisa terus terkendali, maka dunia bisa menghindari ancaman inflasi tinggi yang berkelanjutan. Dengan demikian, bank sentral di berbagai negara bisa menghindari pengetatan kebijakan moneter melalui kenaikan suku bunga acuan.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga naik.

(aji)

No more pages