Logo Bloomberg Technoz

Kemudian dalam wawancara dengan Fox News, Trump juga mengungkapkan AS akan memungut bayaran untuk melewati Selat Hormuz jika kesepakatan tidak tercapai. “Kalau Anda menutup Hormuz, maka Anda tidak akan bisa mendapatkannya kembali,” ujarnya.

Berbagai ancaman tersebut tentu tidak dipandang sebelah mata. Media Iran melaporkan bahwa Teheran menunda dialog dengan AS yang sedang dihelat di Swiss gara-gara manuver Trump.

Harga minyak pun menghijau pagi ini. Pada pukul 07:26 WIB, harga minyak jenis brent naik nyaris 1% ke US$ 81,3/barel.

Konflik di Timur Tengah yang berkepanjangan dan kenaikan harga minyak membuat dunia masih dihantui risiko inflasi tinggi. Alhasil, sangat sulit buat bank sentral di berbagai negara untuk melonggarkan kebijakan moneter. Bahkan opsi pengetatan melalui kenaikan suku bunga acuan sudah dilakukan di beberapa negara, seperti Indonesia.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.

Analisis Teknikal

Jadi bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini? Apakah mungkin terjadi koreksi empat hari berturut-turut?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas terjebak di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 37. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Namun, indikator Stochastic RI 14 hari sudah berada di 63. Menghuni area beli (long) yang lumayan kuat.

Untuk perdagangan hari ini, harga emas sejatinya berpeluang naik. Apalagi harga sudah melewati pivot point US$ 4.147/troy ons.

Dari sini, target resisten ada di US$ 4.187/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. Jika tertembus, maka level US$ 4.231-4.311/troy ons akan diuji.

Andai harga emas turun lagi, maka US$ 4.137/troy ons sepertinya bisa menjadi support terdekat. Penembusan di titik ini berisiko melongsorkan harga emas ke rentang US$ 4.125-4.098/troy ons.

(aji)

No more pages