Logo Bloomberg Technoz

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan ketika suku bunga tinggi.

Suku bunga yang sepertinya akan tetap tinggi dalam waktu lebih lama (higher for longer) membuat emas kehilangan pijakan. Alhasil, Goldman Sachs menurunkan proyeksi harga emas menjadi US$ 4.900/troy ons pada akhir tahun dari sebelumnya mencapai US$ 5.400/troy ons.

“Pandangan kami terhadap emas masih konstruktif secara struktural. Namun secara taktikal, perlu waspada karena ada risiko turun dalam jangka pendek,” sebut catatan Goldman Sachs, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Harga Emas di Pasar Spot (Sumber: Bloomberg)

Analisis Teknikal

Jadi bagaimana pembacaan harga emas untuk hari ini, Jumat (19/6/2026)? Apakah bakal terjadi koreksi tiga hari berturut-turut?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas terbenam di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 37. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Namun, indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 63. Menghuni area beli (long) yang lumayan kuat.

Untuk perdagangan hari ini, harga emas berpeluang bangkit. Koreksi yang sudah lumayan dalam memang akan menciptakan peluang technical rebound.

Target resisten terdekat sepertinya ada di rentang US$ 4,251-4.281/troy ons. Penembusan di level tersebut berpotensi mengerek harga emas ke kisaran US$ 4.293-4.367/troy ons.

Bahkan target paling optimistis bisa mencapai US$ 4.531/troy ons.

Apabila harga emas kembali melemah, maka US$ 4.167/troy ons rasanya bisa menjadi target support terdekat, Dari sini, harga bisa melorot lebih lanjut menuju US$ 4.125/troy ons.

Target paling pesimistis ada di US$ 4.032/troy ons.

(aji)

No more pages