Logo Bloomberg Technoz

Perry menjelaskan, Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk makin memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global.

Selain itu, kebijakan ini juga merupakan langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5 plus-minus 1% sesuai yang ditetapkan pemerintah.

Keputusan tersebut sejalan dengan perkiraan pasar. Sebelumnya, konsensus yang dihimpun Bloomberg memperkirakan BI Rate akan meningkat 25 bps, setelah kenaikan yang cukup agresif mencapai 75 bps dalam sebulan.

(fad)

No more pages