“Singkatnya, saya pikir ini sejauh ini hanya gangguan pasar (noise). Jika kita melihat penurunan besar dalam satu hari, itu akan menjadi pembahasan yang berbeda,” kata Michael Monaghan, mitra dan manajer portofolio di Founder Funds di Dallas, yang memiliki saham SpaceX.
“Jika sahamnya benar-benar terpukul lebih dalam, kemungkinan kami akan menambah posisi,” ujarnya.
Sebagian volatilitas intraday pada saham SpaceX dapat dikaitkan dengan jumlah saham beredar atau free float yang rendah, yang juga mungkin turut mendorong kenaikan harga saham.
Hanya sekitar 4,2% dari total saham SpaceX yang tersedia untuk diperdagangkan pada hari pertama.
Ketika periode lock-up yang melarang orang dalam perusahaan menjual saham mereka berakhir dalam beberapa bulan mendatang, hal itu berpotensi menambah tekanan penurunan pada saham.
Penurunan tersebut terjadi di tengah aksi jual yang lebih luas di pasar saham AS setelah investor mencerna keputusan Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga dan proyeksi terbaru yang menunjukkan para pejabat bank sentral terpecah mengenai apakah mereka akan menaikkan suku bunga tahun ini.
Setelah pengumuman tersebut — yang merupakan keputusan pertama di bawah Ketua Fed baru Kevin Warsh — para trader sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga Fed pada Oktober. Indeks S&P 500 turun 1,2%, sementara Nasdaq 100 yang didominasi saham teknologi melemah 1%.
Sebelum penurunan pada Rabu, SpaceX merupakan saham yang paling banyak dibeli oleh investor ritel setiap hari sejak IPO-nya, dengan nilai pembelian yang setara dengan gabungan pembelian saham Nvidia Corp., Alphabet Inc., Amazon, Meta Platforms Inc., serta ETF utama yang melacak indeks Nasdaq 100 dan S&P 500, menurut data Vanda Research. Pada periode yang sama, Tesla Inc. mencatat penjualan bersih sekitar US$61 juta, menurut data tersebut.
“Mungkin kita sedang melihat rotasi dari satu perdagangan yang terkait Elon ke perdagangan Elon lainnya, dengan SpaceX yang makin dipandang sebagai eksposur yang lebih murni terhadap AI dan teknologi,” tulis Vanda dalam sebuah catatan.
Jika kenaikan saham SpaceX dari harga IPO-nya bertahan hingga lima hari perdagangan pertama, maka kinerjanya akan dengan mudah melampaui median maupun rata-rata imbal hasil satu minggu dari 30 IPO teknologi besar AS selama 15 tahun terakhir, menurut Truist Advisory Services.
Data tersebut juga menunjukkan bahwa meskipun 57% dari IPO tersebut menghasilkan imbal hasil positif setelah satu minggu, satu bulan, dan tiga bulan dibandingkan harga penutupan hari pertama, hanya 43% yang tetap mencatat kinerja positif dalam periode yang lebih panjang, yakni enam bulan dan 12 bulan.
Investor Michael Burry, yang terkenal lewat buku dan film The Big Short, menulis dalam unggahan Substack pada Selasa bahwa sejauh ini opsi jual (put options) pada SpaceX — yang merupakan taruhan terhadap penurunan saham — terlalu mahal, sehingga dia belum membelinya untuk saat ini.
Rasio opsi jual terhadap opsi beli (put-to-call ratio) pada SpaceX hampir seimbang pada Rabu, menandakan semakin banyak investor yang melakukan lindung nilai terhadap potensi penurunan saham dibandingkan pada Selasa, ketika perdagangan opsi pertama kali dimulai.
Lebih dari 1,4 juta kontrak opsi SpaceX berpindah tangan pada Rabu, turun 24% dibandingkan Selasa, namun tetap menjadikan perusahaan tersebut sebagai sekuritas ketiga yang paling aktif diperdagangkan di pasar opsi AS setelah Tesla dan Nvidia.
Terdapat pula kemungkinan masuknya saham SpaceX ke dalam indeks saham dalam beberapa minggu mendatang. Nasdaq Inc. telah mengubah aturannya untuk memungkinkan saham perusahaan-perusahaan raksasa seperti SpaceX masuk lebih cepat ke dalam indeks, yang akan memaksa dana investasi yang melacak indeks seperti Nasdaq 100 untuk membeli saham tersebut.
SpaceX akan memenuhi syarat untuk masuk ke indeks tersebut setelah 15 hari perdagangan.
Sementara itu, S&P Dow Jones Indices memutuskan untuk tidak mengubah aturannya guna mempercepat masuknya IPO baru ke dalam indeks, sehingga SpaceX tidak akan langsung masuk ke S&P 500.
Artinya, SpaceX harus menunggu setidaknya 12 bulan dan memenuhi persyaratan profitabilitas serta jumlah saham publik yang berlaku berdasarkan ukurannya sebelum dapat ditambahkan ke indeks acuan utama tersebut.
Pembelian paksa oleh dana indeks (forced buying) akan mendukung harga saham. Namun untuk sementara waktu, sebagian investor mungkin memilih tetap berada di pinggir lapangan karena mengetahui bahwa mereka pada akhirnya akan memiliki eksposur terhadap saham SpaceX secara pasif setelah perusahaan tersebut masuk ke indeks.
“Hal itu mungkin menjadi alasan sebagian investor berkata, ‘Saya tidak akan panik karena nantinya saya bisa memperoleh eksposur terhadap saham ini hanya dengan melacak indeks tersebut melalui instrumen investasi yang tersedia,’” kata Shelby McFaddin, manajer portofolio di Motley Fool Asset Management.
(bbn)






























