Logo Bloomberg Technoz

Dengan kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan yang telah banyak diperkirakan menjadi pengecualian, sebagian besar bank sentral negara maju, termasuk The Fed, diperkirakan tidak akan mengubah kebijakan minggu ini.

“Bagi pasar, lingkungan suku bunga yang tetap tinggi untuk jangka waktu lebih lama (higher for longer), dibandingkan dimulainya kembali siklus pengetatan moneter, masih dapat mendukung valuasi aset menurut pandangan kami, terutama jika hal itu mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang tetap tangguh di tengah tekanan inflasi yang secara bertahap mereda,” kata Mona Mahajan dari Edward Jones.

Menurutnya, meredanya ketegangan geopolitik dapat membantu mengurangi kekhawatiran inflasi dan menekan imbal hasil obligasi, yang berpotensi mendorong perluasan kepemimpinan pasar ke sektor-sektor siklikal dan area-area pasar yang sebelumnya tertinggal.

Grafik pergerakan harga minyak. (Sumber: Bloomberg)

Pertemuan The Fed mungkin tidak menghasilkan kenaikan suku bunga, tetapi bisa menghadirkan sesuatu yang lebih penting: sinyal nyata pertama mengenai bagaimana Warsh berencana menangani inflasi, ujar Bret Kenwell dari eToro.

Menurutnya, investor sedang mencoba memahami apakah ketua The Fed yang baru itu akan menggunakan momen penting pertamanya untuk mengubah ekspektasi pasar.

“Dalam hitungan bulan, narasi pasar telah bergeser dari ‘berapa banyak pemangkasan suku bunga tahun ini?’ menjadi ‘berapa banyak kenaikan suku bunga yang mungkin terjadi?’” kata Kenwell.

“Itu merupakan perubahan besar dan menempatkan Warsh dalam posisi yang sulit. Ia dapat mengakui penurunan harga minyak baru-baru ini dan bersikap sabar, tetapi ia tidak bisa terlihat lengah jika tekanan inflasi yang lebih luas bergerak ke arah yang tidak diinginkan.”

Investor juga ingin mengetahui secara spesifik bagaimana The Fed di bawah Warsh akan mengubah cara berkomunikasi dengan pasar, termasuk apakah Summary of Economic Projections (SEP) yang diterbitkan setiap kuartal akan dibuat lebih ringkas.

Dokumen tersebut berisi proyeksi berbagai variabel ekonomi utama serta dot plot terkenal yang menunjukkan perkiraan arah suku bunga menurut para pejabat bank sentral.

Di TD Securities, para analis memperkirakan berkurangnya bias pelonggaran moneter, revisi naik terhadap proyeksi inflasi, serta median dot plot yang menunjukkan tidak ada pemangkasan suku bunga pada 2026 maupun tahun berikutnya.

Mereka menilai kecil kemungkinan Warsh memberikan sinyal yang sangat hawkish karena hal itu dapat merusak kredibilitas dan efektivitasnya.

“Bergantung pada nada pernyataan dan sejauh mana pertemuan ini mengubah ekspektasi investor, hasilnya dapat menentukan narasi pasar selama beberapa minggu ke depan, setidaknya sampai musim laporan keuangan perusahaan mengambil alih perhatian,” tutup Kenwell.

(bbn)

No more pages