Hasil ini menjadi kelegaan besar bagi perusahaan yang tengah menargetkan penawaran umum perdana (IPO), karena Elon Musk sebelumnya menuntut perubahan drastis, termasuk perintah pengadilan untuk membatalkan konversi OpenAI di 2025 menjadi entitas yang berorientasi profit.
“Keputusan juri menegaskan bahwa gugatan ini hanyalah upaya munafik dari seorang munafik untuk menyabotase pesaing dan mengatasi sejarah panjang prediksi yang sangat buruk tentang apa yang telah dan akan menjadi OpenAI,” kata pengacara OpenAI, William Savitt, kepada wartawan.
Elon Musk dan pengacaranya berjanji akan mengajukan banding, tetapi tidak merinci argumen apa yang akan mereka ajukan.
“Ini mengingatkan saya pada momen-momen penting dalam sejarah negara ini, seperti Pengepungan Charleston dan Pertempuran Bunker Hill,” kata pengacara Marc Toberoff. “Ini adalah kekalahan besar bagi orang Amerika, tetapi siapa yang memenangkan perang? Ini belum berakhir.”
Regarding the OpenAI case, the judge & jury never actually ruled on the merits of the case, just on a calendar technicality.
— Elon Musk (@elonmusk) May 18, 2026
There is no question to anyone following the case in detail that Altman & Brockman did in fact enrich themselves by stealing a charity. The only question…
Elon Musk memiliki rekam jejak yang kuat dalam persidangan, tetapi mengalami beberapa kemunduran signifikan dalam setahun terakhir. Tesla Inc., perusahaan mobil listriknya, dijatuhi putusan sebesar US$243 juta pada Agustus terkait kecelakaan fatal, dan Elon Musk menghadapi tagihan hingga US$2,6 miliar setelah kalah dalam persidangan pada Maret dalam kasus yang diajukan oleh investor Twitter Inc.
Juri di Oakland menyimpulkan bahwa Elon Musk sudah memiliki pengetahuan yang cukup tentang klaimnya bertahun-tahun lalu sehingga seharusnya dia mengajukan gugatan lebih awal dari tahun 2024. Akibatnya, panel tersebut tidak menanggapi klaim utama Elon Musk bahwa OpenAI telah mengabaikan tanggung jawabnya untuk mengembangkan AI demi kepentingan umat manusia dengan beralih fokus untuk memaksimalkan keuntungan komersial.
Selama hampir tiga minggu, para juri mendengarkan kesaksian dari Elon Musk, Sam Altman, Presiden OpenAI Greg Brockman, dan sosok penting lain, yang menyaksikan secara langsung perselisihan di antara mereka yang bermula hampir satu dekade lalu.
Juri melihat ratusan bukti pesan pribadi, catatan jurnal, dan dokumen perusahaan yang memberikan akses langka ke dinamika internal yang penuh gejolak dari pembuat ChatGPT selama 11 tahun terakhir, saat perusahaan tersebut berkembang dari sebuah startup menjadi perusahaan bernilai hampir satu triliun dolar.
Elon Musk dan OpenAI memberi gambaran yang sangat berbeda mengenai transformasi tersebut selama persidangan berlangsung.
Tim hukum Elon Musk mengatakan Altman dan Brockman “mencuri sebuah lembaga amal” ketika mereka memutuskan merestrukturisasi OpenAI menjadi bisnis yang berorientasi profit. Musk juga menuduh Microsoft Corp. membantu pengkhianatan tersebut dengan berinvestasi US$13 miliar di OpenAI dari tahun 2019 hingga 2023.
Microsoft menyambut baik putusan juri.
“Fakta dan kronologi dalam kasus ini telah lama jelas, dan kami menyambut baik keputusan juri untuk menolak gugatan ini karena diajukan terlambat,” kata juru bicara perusahaan. “Kami tetap berkomitmen pada kerja sama kami dengan OpenAI untuk mengembangkan dan memperluas AI bagi masyarakat dan organisasi di seluruh dunia.”
Altman digambarkan oleh pengacara Musk sebagai pemimpin bisnis penuh muslihat. Mereka membahas secara panjang lebar pemecatan singkat Altman sebagai CEO pada tahun 2023 untuk menegaskan bahwa bahkan dewan direksi OpenAI pun tidak mempercayainya.
Pihak Musk juga menyoroti kekayaan besar yang dihasilkan oleh kesuksesan OpenAI bagi para pendiri dan investor awalnya.
Brockman bersaksi bahwa kepemilikannya bernilai hampir US$30 miliar, sementara Ilya Sutskever mengonfirmasi bahwa ekuitasnya bernilai sekitar US$7 miliar.
CEO Microsoft Satya Nadella bersaksi bahwa perusahaan menargetkan pengembalian investasi US$92 miliar. Per Oktober, kepemilikan Microsoft dinilai US$135 miliar.
Altman tidak memiliki saham langsung, tetapi mengatakan bahwa ia memiliki kepentingan di perusahaan lain yang berbisnis dengan OpenAI, termasuk saham senilai US$1,7 miliar di perusahaan tenaga fusi Helion Energy Inc., saham US$633 juta di pemroses pembayaran Stripe, dan saham perusahaan semikonduktor Cerebras Systems Inc. yang kini bernilai sekitar US$25 juta.
Pengacara OpenAI menggambarkan Musk sebagai rival yang iri yang meninggalkan startup ini ketika para pendiri lainnya menolak memberinya kendali penuh atas masa depan bisnis tersebut, dan akhirnya mendirikan perusahaan pesaing, xAI, pada tahun 2023.
OpenAI menyatakan bahwa peralihan perusahaan menjadi bisnis komersial bertujuan meraih dana guna mewujudkan misinya menciptakan kecerdasan buatan umum (AGI) yang akan bermanfaat bagi umat manusia.
Altman dan Brockmanmengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap pandangan Musk yang bersifat “semuanya atau tidak sama sekali” dalam hal kepemimpinan. Mereka menggambarkan Musk sebagai sosok yang mudah berubah-ubah dan cepat marah ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai keinginannya.
Brockman juga meremehkan pemahaman teknis Musk tentang teknologi AI. “Lihat, dia mengerti roket, dia mengerti mobil listrik,” kata presiden OpenAI itu. “Dia tidak – dan saya yakin tidak – mengerti AI.”
Orang lain yang bersaksi atas nama OpenAI mengatakan bahwa misi pendiriannya masih utuh, meskipun jangkauan perusahaan telah berkembang. Mereka menyoroti bahwa OpenAI Foundation terus mengelola perusahaan yang berorientasi pada manfaat publik yang didirikan tahun lalu.
Perselisihan Musk dengan OpenAI akan terus berlanjut.
Dia juga menuduh OpenAI dan Microsoft menciptakan monopoli melalui kemitraan mereka, Musk mengatakan bahwa organisasi nirlaba tersebut telah mendesak para investornya untuk tidak mendanai startup AI pesaing, sehingga merugikan pesaing seperti xAI miliknya.
Tuduhan-tuduhan tersebut merupakan bagian dari gugatan yang sama, tetapi Gonzalez Rogers memilih untuk membagi kasus ini menjadi beberapa tahap.
Baca Juga: Jalan Panjang Perjuangan OpenAI Lepas dari Label Lembaga Nirlaba
Dalam pertemuan dengan para pengacara setelah putusan pada hari Senin, hakim tersebut mengatakan “bagi saya tidak jelas apakah tuduhan-tuduhan itu benar-benar kuat” karena “ada banyak persaingan di industri tersebut.”
xAI milik Musk juga sedang mengajukan gugatan terpisah dengan tuduhan pencurian rahasia dagang dan pelanggaran antitrust terhadap OpenAI.
(bbn)































