Harga minyak dunia pun bertahan di level tinggi. Kemarin, harga minyak jenis brent nyaris menyentuh US$ 106/barel.
Ancaman inflasi tinggi pun menghantui perekonomian global. Akibatnya, akan sulit bagi bank sentral di berbagai negara untuk melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga acuan.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan terasa kurang menguntungkan saat suku bunga belum turun.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana prediksi harga emas untuk hari ini? Apakah risiko koreksi empat hari beruntun cukup tinggi?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas tersangkut di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 44. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.
Kemudian indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 43. Menghuni area jual (short).
Untuk perdagangan hari ini, dalam kacamata teknikal, sebenarnya harga emas berpeluang naik. Koreksi selama tiga hari beruntun berpotensi mengantar harga emas menuju technical rebound.
Cermati pivot point di US$ 4.672/troy ons. Dari sini, ada harapan harga emas bisa mengetes resisten US$ 4.681/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5.
Resisten berikutnya ada di rentang US$ 4.689-4.700/troy ons. Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 4.775/troy ons.
Namun kalau ternyata harga emas malah turun lagi, maka US$ 4.597/troy ons sepertinya akan menjadi support terdekat. Penembusan di titik ini berisiko menjatuhkan harga emas ke rentang US$ 4.592-4.538/troy ons.
(aji)


























