Logo Bloomberg Technoz

Selain itu, peserta juga diwajibkan menandatangani non-disclosure agreement (NDA) dengan PRPP sebagai bagian dari proses prakualifikasi.

Pengiriman dokumen prakualifikasi dibuka oleh PPRP pada 6—26 Mei 2026 hingga pukul 14.00 WIB melalui pos-el (e-mail) resmi panitia tender. Selanjutnya, pengarahan prakualifikasi dijadwalkan berlangsung pada 13 Mei 2026.

“Entitas yang memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam prakualifikasi harus berupa Perusahaan Tunggal [asing/nasional] atau konsorsium/JV/JO yang terdiri dari Pemimpin dan Anggota dengan setidaknya satu perusahaan nasional,” tulis PPRP dalam pengumumannya.

Bloomberg Technoz telah menghubungi PT Pertamina Patra Niaga (PPN) selaku subholding hilir Pertamina, tetapi belum mendapatkan jawaban ketika berita ini ditulis.

Sekadar informasi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan proses FID Rosnet di proyek Kilang Tuban masih berproses pada awal tahun ini. Dengan begitu, target rampungnya FID yang sebelumnya dipatok pada kuartal IV-2025 resmi meleset.

“Masih berproses [FID Rosneft di Kilang Tuban],” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman, kepada awak media, Rabu (14/1/2026) malam.

Laode belum dapat memastikan kapan FID tersebut ditargetkan rampung, dia hanya menegaskan Rosneft masih melanjutkan proses FID. “Belum, tetapi tetap berproses. Kan masih berproses, kita tunggu ya,” tegas Laode.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam kesempatan terdahulu membeberkan FID Rosneft di Kilang Tuban bakal diputuskan pertengahan Desember 2025.

Bahlil menuturkan Pertamina bersama dengan Rosneft Singapore Pte Ltd tengah berunding terkait dengan keputusan akhir megaproyek kilang tersebut.

“Rosneft lagi melakukan pembahasan dengan Pertamina. Nanti di pertengahan bulan ini baru ada keputusan,” kata Bahlil kepada awak media di Jakarta, Senin (8/12/2025).

Dalam perkembangannya, Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza mensinyalir raksasa migas Rusia, PJSC Rosneft Oil Company, bakal ditemani oleh mitra kerja tambahan di Kilang Tuban.

Oki menjelaskan belanja modal atau capital expenditure (capex) yang dibutuhkan untuk membangun Kilang Tuban memang terbilang sangat besar.

Namun, saat ini proses keputusan investasi atau final investment decision (FID) oleh Rosneft masih berlangsung dan diharapkan segera rampung.

“Karena itu kita melakukan partnerships. Saat ini statusnya sedang FID nanti mudah-mudahan kita bisa segera menyelesaikannya dan mudah-mudahan bisa segera menuju tahapan selanjutnya. Untuk partner-partner di refinery ini kami tentunya berkoordinasi sangat erat dengan pemerintah, dengan Danantara, dan juga dengan Kementerian ESDM,” kata Oki di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2026)

Nilai proyek GRR Tuban diprediksi mencapai US$24 miliar atau sekitar Rp391,9 triliun dan dirancang untuk memiliki kapasitas olahan minyak mentah 300.000 barel per hari (bph).

Pertamina lewat anak usahanya, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), memegang 55% saham PRPP, sedangkan 45% saham lainnya dikuasai Rosneft Singapore Pte Ltd (dahulu Petrol Complex Pte Ltd).

(azr/wdh)

No more pages