Logo Bloomberg Technoz

Perkembangan ini sudah cukup untuk menyalakan api harapan perdamaian. Alhasil, harga minyak dunia pun ambruk.

Kemarin, harga minyak jenis brent rontok 7,83% ke US$ 101,27/barel. Ini menjadi yang terendah sejak 21 April atau sekira dua minggu terakhir.

Apabila harga minyak bisa terus terkendali, maka dunia bisa terhindar dari risiko inflasi tinggi. Ketika inflasi lebih ‘jinak’, maka bank sentral punya ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga acuan,

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan terasa lebih menguntungkan saat suku bunga benar-benar turun.

Analisis Teknikal

Lantas bagaimana prediksi harga emas untuk hari ini, Kamis (7/5/2026)? Apakah masih kuat menanjak atau malah terdepak?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas sudah masuk zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 51.

RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namin RSI emas belum jauh dari 50 sehingga bisa dibilang cenderung netral.

Akan tetapi, indikator Stochastic RSI 14 hari sudah menyentuh 83. Di atas 80, yang berarti tergolong jenuh beli (overbought).

Untuk perdagangan hari ini, harga emas sejatinya berisiko turun. Target support terdekat ada di rentang US$ 4.65-4.621/troy ons.

Waspadai pivot point US$ 4.567/troy ons. Sebab dari sini, ada kemungkinan harga emas akan mengetes level US$ 4.554-4.517/troy ons.

Target paling pesimistis atau support terjauh ada di US$ 4.459/troy ons.

Sedangkan kalau harga emas masih bisa naik, maka rasanya ruang makin terbatas. Target resisten sepertinya ada di rentang US$ 4.702-4.716/troy ons.

(aji)

No more pages