Uni Eropa telah menggunakan sanksi untuk mencoba mencegah Rusia memperoleh teknologi yang dibutuhkan untuk menggunakan atau memproduksi senjata-senjata tersebut, seperti semikonduktor, sirkuit terpadu, elektronik, dan mesin.
Blok tersebut juga telah menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan di beberapa negara, termasuk China dan Hong Kong, yang diduga membantu Moskwa menghindari sanksi tersebut.
Namun, upaya-upaya ini tidak mencegah China untuk terus memasok sumber daya vital kepada Rusia. Beijing juga menyediakan Rusia dengan intelijen geospasial, citra satelit untuk keperluan militer, dan drone, meskipun telah memangkas ekspor tersebut ke Ukraina dan negara-negara lain, seperti yang dilaporkan Bloomberg sebelumnya.
Namun, sebagian besar negara Uni Eropa enggan menjatuhkan sanksi yang lebih keras terhadap China, karena khawatir akan pembalasan dari Beijing, kata para sumber tersebut.
China telah berulang kali menyatakan bahwa mereka tidak mengakui sanksi internasional dan mereka memiliki hubungan perdagangan normal dengan Rusia.
Awal bulan ini, negara tersebut mengatakan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan setelah Uni Eropa menambahkan beberapa entitas China ke dalam paket sanksi terbarunya.
(bbn)































