Logo Bloomberg Technoz

“Kemudian kalau Palaran itu sepertinya mengganti salah satu apa terminal BBM kita yang di Samarinda di mana yang di Samarinda itu di tengah kota. Jadi kita agak pinggirin dikit lah seperti itu,” tegas dia.

Presiden Prabowo Subianto melakukan peletakan batu pertama proyek hilirisasi fase dua pada Rabu (29/04/2026). Secara keseluruhan, terdapat 13 proyek yang resmi mulai dibangun dengan estimasi total investasi mencapai Rp116 triliun.

Proyek yang resmi dimulai di antaranya adalah pembangunan fasilitas kilang bensindi Dumai dan Cilacap, Jawa Tengah milik Pertamina.

Kedua proyek itu memiliki kapasitas 62.000 barel per hari (bph). Proyek tersebut mampu untuk substitusi impor bensin hingga 2 juta kiloliter (kl).

Tak hanya itu, Pertamina juga mengembangkan terminal fasilitas penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) di Palaran, Biak, dan Maumere dengan kapasitas 153.000 kl.

Sekadar catatan, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat kapasitas storage BBM nasional pada awal tahun ini mencapai 9,16 juta kl.

Anggota komite BPH Migas Fathul Nugroho menjelaskan, dari besaran itu, sebanyak 67% atau 6,1 juta kl di antaranya merupakan milik PT Pertamina (Persero), smentara 33% penyimpanan BBM di RI atau 3,06 juta kl dimiliki non-Pertamina.

Jawa Timur menempati posisi teratas dengan kapasitas mencapai 1,15 juta kl, diikuti Jawa Barat sebesar 950.000 kl, dan DKI Jakarta sebesar 910.000 kl. Sementara itu, Kepulauan Riau memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 890.000 kl, disusul Banten dengan kapasitas 770.000 kl.

Daftar 13 Proyek Hilirisasi Fase 2 Danantara:

  1. Pembangunan Fasilitas Kilang Gasoline di Cilacap, Jawa Tengah (Pertamina)
  2. Pembangunan Fasilitas Kilang Gasoline di Dumai, Riau (Pertamina)
  3. Pembangunan Tangki Penyimpanan BBM di Palaran, Kalimantan Timur (Pertamina)
  4. Pembangunan Tangki Penyimpanan BBM di Biak, Papua (Pertamina)
  5. Pembangunan Tangki Penyimpanan BBM di Maumere, NTT (Pertamina)
  6. Fasilitas Pengolahan Batu Bara menjadi dimethyl ether (DME) di Tanjung Enim, Sumatra Selatan (MIND ID, Pertamina). Kapasitas 1,4 juta ton per tahun. 
  7. Fasilitas Produksi Stainless Steel berbahan dasar nikel di Morowali, Sulawesi Tengah (Krakatau Steel). Kapasitas 1,2 juta ton per tahun. 
  8. Fasilitas Produksi Slab Baja Karbon di Cilegon, Banten (Krakatau Steel). Memiliki kapasitas 1,5 juta ton per tahun. 
  9. Pengembangan Ekosistem & Produksi Aspal Buton di Karawang, Jawa Barat (Jasa Marga, WIKA)
  10. Hilirisasi Tembaga & Emas di Gresik, Jawa Timur (PINDAD, MIND ID). Pengembangan fasilitas brass mill, brass cup dan manufaktur logam mulia di Gresik, Jawa Timur. Kapasitas awal pengembangan mencakup produksi brass cup hingga 10.000 ton per tahun dan periode pembangunan proyek 2026—2029.
  11. Hilirisasi Minyak sawit jadi Produk Oleofood dan Biodiesel di KEK Sei Mangkei, Sumatra Utara (PTPN)
  12. Pengolahan Pala menjadi Oleoresin di Kebun Awaya Maluku Tengah, Maluku (PTPN). Memiliki kapasitas 2.560 ton biji pala kering per tahun. 
  13. Fasilitas Pengolahan Kelapa Terintegrasi (MCT, Tepung, Arang Aktif) di Maluku Tengah, Maluku (PTPN). Memiliki kapasitas 300.000 butir kelapa per hari.

-- Dengan asistensi Dovana Hasiana

(azr/wdh)

No more pages