Logo Bloomberg Technoz

“Sesuai arahan Bapak Presiden, seluruh proses penanganan dilakukan secara cepat, adil, dan menyeluruh,” katanya. Ia menambahkan, seluruh pihak memiliki kesepahaman bahwa keselamatan publik harus menjadi prioritas nomor satu dalam setiap kondisi.

Lebih lanjut, Kementerian PPPA memastikan kehadiran negara dalam melindungi hak korban, termasuk anak-anak yang kehilangan orang tua akibat tragedi tersebut. Pendampingan psikologis dan perlindungan bagi keluarga korban menjadi bagian dari komitmen yang tengah dijalankan.

“Kami sangat berduka atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa ini. Kementerian PPPA berkomitmen memberikan pendampingan psikologis, perlindungan, serta dukungan yang diperlukan, khususnya bagi anak-anak dan keluarga korban yang mengalami trauma,” tutur Arifah.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memusatkan perhatian pada penanganan korban serta mendorong perbaikan sistem keselamatan transportasi publik agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Keselamatan seluruh penumpang harus menjadi prioritas tertinggi dalam setiap kebijakan transportasi ke depan,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi menyampaikan bahwa selama ini gerbong wanita ditempatkan di bagian depan atau belakang rangkaian. Penempatan tersebut dinilai perlu dievaluasi usai kejadian tabrakan KA di Bekasi Timur, Senin lalu.

"Kalau tadi kita ngobrol dengan KAI itu kenapa ditaruh di paling depan, paling belakang supaya tidak terjadi rebutan. Tapi dengan acara ini kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah jadi yang laki-laki di ujung, yang depan belakang itu laki-laki jadi yang perempuan di tengah," ujar Arifah kepada wartawan kepada, RSUD Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Ia menjelaskan, dengan posisi gerbong wanita di tengah, diharapkan distribusi penumpang menjadi lebih merata dan risiko desakan saat kondisi darurat dapat dikurangi. Skema ini juga dinilai dapat memberikan ruang yang lebih aman bagi penumpang perempuan.

Arifah juga menyoroti korban dalam kejadian tersebut. Ia mengaku sempat terkejut karena terdapat korban laki-laki, meskipun terdapat gerbong khusus perempuan dalam rangkaian kereta.

"Kalau gerbong perempuan, banyaknya perempuan. Tadi ada yang laki-laki itu karena dia ada di gerbong tiga dan juga ada yang dari Argo Bromo yang kena juga yang laki-laki. Saya kaget kok korbannya ada yang laki-laki, oh ternyata mereka ada di gerbong tiga dan ada yang dari Argo Bromo," jelasnya.

(dec/del)

No more pages