Logo Bloomberg Technoz

Di sisi lain, buruh juga meminta pengesahan RUU perampasan aset untuk memperkuat pemberantasan korupsi.

Keenam, meminta adanya perlindungan atas industri dalam negeri turut menjadi sorotan, khususnya sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) serta nikel yang dinilai rentan terhadap PHK. Dan meminta moratorium industri semen akibat kondisi kelebihan pasokan (oversupply). 

Di samping itu, buruh turut mendesak ratifikasi Konvensi ILO Nomor 190 tentang penghapusan kekerasan di tempat kerja, terutama bagi pekerja perempuan. 

Sembilan, buruh meminta penurunan potongan tarif ojek online menjadi 10% dari sebelumnya 20%. "Negara harus hadir. Untuk ojol, pemerintah melalui Danantara didorong ikut dalam kepemilikan aplikasi agar potongan tarif 10 persen bisa diwujudkan," jelasnya. 

Selain itu, revisi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang penyelesaian perselisihan hubungan industrial juga didorong agar lebih berkeadilan bagi pekerja. 

Terakhir, KSPI menuntut pengangkatan guru dan tenaga honorer, khususnya yang berstatus PPPK paruh waktu, menjadi aparatur sipil negara (ASN) penuh.

Sepakat Aksi May Day di Monas

Untuk diketahui, Said Iqbal mengungkapkan hasil pertemuannya dengan Presiden Prabowo selama kurang lebih 1,5 jam. Kata dia, KSPI memutuskan untuk mengadakan perayaan May Day bersama Presiden Prabowo Subianto di Monumen Nasional (Monas), bersama serikat pekerja lainnya.

"Kami memutuskan untuk merayakan May Day di Monas bersama Presiden dan elemen serikat pekerja lainnya," ujar Said Iqbal.

Keputusan memindahkan rencana aksi May Day yang semula direncanakan di DPR RI bukan tanpa alasan. Said Iqbal menegaskan, sebelum tanggal 1 Mei, KSPI telah meminta waktu untuk bertemu Presiden dan permintaan tersebut dikabulkan. Pertemuan berlangsung pada 28 April 2026 untuk menyampaikan 11 isu atau harapan buruh.

Menurut Said Iqbal, KSPI berpandangan bahwa perayaan May Day tidak boleh sekadar seremonial. Di seluruh dunia, termasuk Indonesia, May Day adalah momentum untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan buruh secara langsung kepada pemangku kebijakan. Selain itu, dari 11 isu yang dibawa KSPI, terdapat sejumlah isu krusial yang telah dijawab dan ditegaskan oleh Presiden Prabowo sebagai tindak lanjut atas harapan buruh.

Dalam perayaan May Day di Monas, KSPI akan mengerahkan sekitar 50 ribu massa. Secara keseluruhan, diperkirakan sekitar 100 ribu buruh akan hadir dalam perayaan tersebut bersama berbagai elemen serikat pekerja lainnya.

Tidak hanya di Jakarta, KSPI yang didukung Partai Buruh juga akan merayakan May Day secara serentak di kota-kota besar di 38 provinsi, mencakup lebih dari 350 kota. Beberapa kota yang menjadi pusat kegiatan antara lain Bandung (Jawa Barat), Serang (Banten), Semarang (Jawa Tengah), Surabaya (Jawa Timur), Banda Aceh (Aceh), Batam (Kepulauan Riau), Palembang (Sumatera Selatan), Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Makassar (Sulawesi Selatan), Gorontalo, Morowali, dan berbagai kota lainnya.

Said Iqbal juga menegaskan kepada seluruh anggota KSPI dan simpatisan Partai Buruh untuk mengikuti perayaan May Day dengan penuh sukacita dan semangat perjuangan, serta menjaga ketertiban.

"Kami mengimbau seluruh buruh untuk merayakan May Day dengan penuh semangat, damai, anti kekerasan, dan tidak anarkis. Hormati juga kepentingan masyarakat lainnya," ujarnya.

(ain)

No more pages