Ke depan, Green SM Indonesia menyatakan akan terus memberikan pembaruan informasi kepada publik seiring dengan perkembangan hasil investigasi yang telah terverifikasi.
Sebelumnya, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo mengungkapkan insiden tabrakan ini terjadi akibat taksi yang menemper ke KRL di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) lintasan dekat Bulak Kapal. Hal ini membuat KRL terhenti dan di belakangnya ada KA Argo Bromo Anggrek yang akhirnya menabrak.
Di sisi lain, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) Bobby Rasyidin menyampaikan total korban meninggal dunia mencapai 7 orang, sementara 81 orang lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan.
"Jumlah korban yang terjadi kecelakaan kereta tadi malam, meninggal dunia itu 7 orang. Dan luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang. Dan yang ada masih terperangkap itu sekitar 3 orang, yang terperangkap di dalam kereta," kata Bobby dalam keterangan resminya, mengutip dari Kompas TV, Selasa pagi.
Bobby menjelaskan proses evakuasi berlangsung cukup lama, mencapai sekitar 8 jam, karena dilakukan dengan sangat hati-hati untuk memastikan keselamatan korban yang masih terjebak. Evakuasi melibatkan koordinasi intensif dengan Basarnas.
Perseroan juga telah menyatakan bakal menanggung biaya pengobatan korban luka serta biaya pemakaman korban meninggal dunia ditanggung penuh KAI dan asuransi.
Penanganan dilakukan di beberapa fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
KAI juga telah membuka posko informasi di sekitar lokasi kejadian untuk membantu keluarga korban mendapatkan informasi, atau melalui Contact Center KAI 121 atau kanal resmi perusahaan.
(ain)
























