Sebelumnya, Nokia berfokus pada penyediaan perangkat backbone untuk jaringan telepon seluler, sebuah bidang yang mengalami stagnasi dalam beberapa tahun terakhir karena pengeluaran operator untuk peningkatan yang diantisipasi tidak terwujud.
Produsen chip Nvidia Corp. mengakuisisi saham Nokia bernilai US$1 miliar tahun lalu dan akan memasok komputer berbasis AI untuk jaringan nirkabel kepada perusahaan tersebut. Uji coba pelanggan akan diluncurkan pada akhir tahun 2026, dengan 10 klien yang telah berkomitmen untuk bekerja sama dengan Nokia, kata Hotard.
Laporan keuangan kuartal ini merupakan yang pertama di bawah struktur baru Nokia. Hal ini mencerminkan reorganisasi bisnisnya menjadi dua unit. Divisi Network Infrastructure mencakup unit konektivitas pusat data AI, sementara Mobile Infrastructure mencakup bisnis peralatan seluler tradisionalnya. Sebagian besar unit non-inti yang tersisa dipindahkan ke segmen bisnis portofolio, sedangkan bisnis pertahanannya menjadi unit inkubasi mandiri.
Penjualan divisi Network Infrastructure tercatat US$1,83 miliar, masih di bawah perkiraan analis, yaitu US$1,9 miliar. Penjualan Mobile Infrastructure mencapai US$2,5 miliar, melampaui perkiraan.
Meskipun Nokia berharap mendapat keuntungan dari meningkatnya permintaan akan komputasi yang mendukung AI, pesaing utamanya di Eropa, Ericsson AB, memperingatkan tentang kenaikan biaya chip akibat meningkatnya permintaan saat melaporkan laba di bawah ekspektasi analis pekan lalu.
Saham Nokia telah hampir dua kali lipat dalam setahun terakhir, didorong oleh optimisme investor seputar peralihan ke sektor AI.
(bbn)































