Logo Bloomberg Technoz

Perkembangan di Timur Tengah menjadi angin segar bagi harga emas. Sebagaimana diwartakan Bloomberg News, AS dan Iran berencana kembali ke meja perundingan setelah gagal mencapai kesepakatan dalam dialog di Islamabad (Pakistan) pada akhir pekan lalu.

“Pembicaraan akan berlanjut dalam dua hari ke depan,” ungkap Presiden AS Donald Trump.

Sementara Iran disebut mulai menunda pengiriman kapal di Selat Hormuz, Langkah ini bisa sedikit meredakan ketegangan di selat tersebut.

Merespons rencana perundingan AS-Iran, harga minyak ambruk. Kemarin, harga minyak jenis brent jatuh hampir 5% ke US$ 94,79/barel.

Jika AS-Iran berhasil sepakat untuk mengakhiri perang, maka harga energi dunia akan lebih terkendali. Dengan begitu, dunia tidak akan dihantui ancaman inflasi tinggi akibat mahalnya harga energi.

Bank sentral pun jadi punya ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga. Hal ini tentu menjadi sentimen positif bagi emas, yang merupakan aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset).

(aji)

No more pages