“Nuansa diplomatik ini patut dipantau,” ujar Dionissios Kontos, salah satu pendiri firma analisis pasar Meyka AI, sebelum blokade diumumkan. “Kementerian Luar Negeri Iran masih membuka pintu untuk pembicaraan lanjutan, jadi ini bukan kegagalan total, melainkan ketidakpastian yang berkepanjangan.”
Berdasarkan pengumuman Komando Pusat AS (CENTCOM), blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran dimulai pada Senin pukul 10 pagi waktu New York. Namun, pasukan AS tidak akan menghalangi kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang transit di Selat Hormuz menuju atau dari pelabuhan selain Iran. Teheran sendiri menyatakan "tidak akan membiarkan" blokade tersebut berjalan.
Trump menegaskan AS akan mencegat kapal apa pun yang membayar "bea keamanan" kepada Iran untuk jalur aman di Hormuz dan akan membersihkan ranjau di selat tersebut. Blokade ini diprediksi akan menghentikan aliran hampir dua juta barel minyak Iran per hari, yang akan semakin mencekik pasokan global dan memutus sumber pendapatan penting bagi Republik Islam tersebut.
"Pasar mulai terbiasa dengan fluktuasi tajam akibat berita utama," kata Fabien Yip, analis pasar di IG International. "Kondisi bisa menjadi jauh lebih buruk jika Iran membalas dan AS melanjutkan rencana sebelumnya untuk menghancurkan peradaban Iran."
Di tempat lain, mata uang Hungaria menguat terhadap euro dan dolar setelah Perdana Menteri Viktor Orban tersingkir dalam kemenangan telak oposisi pro-Eropa pada pemilu Minggu. Hasil tersebut dinilai sebagai perkembangan paling positif karena dapat membuka akses terhadap miliaran euro pendanaan dari Uni Eropa.
Di pasar lain, Bitcoin turun tipis ke sekitar US$71.100. Harga gas alam Eropa melonjak pada awal perdagangan Asia Senin, dengan kontrak berjangka Dutch Title Transfer Facility naik hingga 18% menjadi €51,30 per megawatt-jam.
Menilai reaksi pasar terhadap perkembangan di Timur Tengah menjadi proses yang sulit sejak konflik meletus pada akhir Februari. Pergerakan tajam menjadi hal umum karena AS dan Iran saling mengambil posisi untuk memperoleh keuntungan negosiasi.
Beberapa analis mengatakan reaksi pasar mungkin terbatas jika investor menilai perkembangan tersebut sebagai taktik negosiasi yang pada akhirnya akan mengarah pada solusi konflik yang telah berlangsung tujuh minggu.
“Pasar sebelumnya sudah mengantisipasi bahwa negosiasi akhir pekan tidak sepenuhnya optimistis,” kata manajer portofolio senior di Pictet Asset Management Japan Ltd., Hiroshi Matsumoto. “Penurunan terbatas hari ini menunjukkan tidak banyak pelaku pasar yang membangun posisi beli besar pekan lalu setelah gencatan senjata.”
Menambah potensi gejolak, musim laporan laba kuartal pertama di AS segera dimulai. Analis memperkirakan laba perusahaan dalam indeks S&P 500 naik sekitar 12% dibandingkan tahun sebelumnya, pertumbuhan terlemah sejak kuartal kedua 2025. Goldman Sachs Group Inc dijadwalkan membuka musim laporan keuangan tersebut pada Senin.
Investor juga menunggu pernyataan pimpinan perusahaan terkait meningkatnya risiko, termasuk inflasi yang lebih tinggi akibat lonjakan harga minyak serta ancaman melemahnya konsumsi. Data Jumat menunjukkan harga konsumen AS melonjak paling tinggi sejak 2022, sementara sentimen konsumen melemah.
Di tengah kondisi tersebut, imbal hasil obligasi yang lebih tinggi mulai menarik bagi sebagian investor. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor dua tahun, yang paling sensitif terhadap kebijakan Federal Reserve, berada di sekitar 3,85%, naik hampir setengah poin persentase sejak perang dimulai. Premi imbal hasil obligasi dolar Asia dengan peringkat investasi juga melebar paling besar dalam lebih dari sepekan.
Trader obligasi kemungkinan akan “menimbang permintaan safe haven terhadap pembacaan inflasi,” kata analis senior di Capital.com, Kyle Rodda. “Jika harga minyak terus naik karena kekhawatiran Hormuz, ekspektasi inflasi akan cepat disesuaikan dan menopang imbal hasil obligasi, sehingga membatasi potensi reli lebih lanjut.”
Berikut pergerakan utama di pasar keuangan global:
Saham
- Kontrak berjangka S&P 500 turun 0,7% pada pukul 10:34 waktu Tokyo.
- Indeks Topix Jepang turun 0,2%.
- Indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 0,4%.
- Indeks Hang Seng Hong Kong turun 1,1%.
- Indeks Shanghai Composite melemah 0,3%.
- Kontrak berjangka Euro Stoxx 50 turun 1,2%.
Mata Uang
- Bloomberg Dollar Spot Index naik 0,4%.
- Euro turun 0,3% ke level US$1,1683.
- Yen Jepang melemah 0,3% menjadi 159,77 per dolar AS.
- Yuan offshore turun 0,1% ke level 6,8343 per dolar AS.
- Dolar Australia turun 0,4% ke US$0,7034.
Kripto
- Bitcoin turun 0,3% ke US$71.156,48.
- Ether turun 0,4% ke US$2.205,35.
Obligasi
- Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik tiga basis poin menjadi 4,35%.
- Imbal hasil obligasi 10 tahun Jepang naik empat basis poin menjadi 2,47%.
- Imbal hasil obligasi 10 tahun Australia naik enam basis poin menjadi 5,03%.
Komoditas
- Minyak mentah West Texas Intermediate naik 7,7% menjadi US$104,03 per barel.
Harga emas spot turun 0,7% menjadi US$4.718,67 per ons.
Laporan ini disusun dengan bantuan Bloomberg Automation.
(bbn)





























