Logo Bloomberg Technoz

Pasar Global Berguguran Usai Trump Perintahkan Blokade Hormuz

News
13 April 2026 09:51

Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Anand Krishnamoorthy - Bloomberg News

Bloomberg, Optimisme pasar yang sempat tumbuh singkat seketika sirna setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan blokade total terhadap Selat Hormuz. Langkah ini memicu eskalasi ketegangan dengan Iran menyusul kegagalan perundingan damai selama akhir pekan. Dampaknya, harga minyak melonjak tajam sementara pasar saham dan obligasi berguguran.

Minyak mentah jenis Brent melonjak 6,8% hingga nyaris menyentuh US$102 per barel akibat kekhawatiran bahwa blokade akan melumpuhkan aliran energi di jalur perairan paling strategis di dunia tersebut. Bursa saham Asia terkoreksi 0,7%, sementara kontrak berjangka S&P 500 memangkas kerugian awal dan diperdagangkan turun 0,7% seiring kekhawatiran bahwa mahalnya harga energi akan menghambat pertumbuhan ekonomi.


Dolar AS, yang menjadi aset safe haven sejak konflik Timur Tengah pecah, menguat terhadap mata uang utama lainnya. Sebaliknya, pasar obligasi jatuh dan imbal hasil (yield) surat utang negara Jepang tenor 10 tahun melonjak ke level 2,49%—tertinggi sejak 1997—akibat kekhawatiran inflasi. Harga emas pun turun 0,7% ke kisaran US$4.710 per ons, karena lonjakan harga minyak memicu ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi.

Langkah eskalasi Trump ini mengerem sentimen positif dari gencatan senjata pekan lalu. Meski demikian, penurunan moderat pada pembukaan pasar Senin menunjukkan investor masih memiliki optimisme terbatas bahwa solusi diplomatik masih mungkin tercapai.

Grafik S&P 500. (Sumber: Bloomberg)