Tidak hanya IHSG, nyaris semua Bursa Saham Asia juga terbenam di zona merah. Index KOSDAQ dan KOSPI (Korea Selatan) jadi yang paling parah dengan amblas mencapai 5,71% dan 4,88%.
Disusul oleh NIKKEI 225 (Tokyo), SENSEX (India), TAIEX (Taiwan), Topix (Jepang), Shenzhen Comp. (China), Hang Seng (Hong Kong), CSI 300 (China), KLCI (Malaysia), Straits Times (Singapura), Shanghai Composite (China), Ho Chi Minh Stock (Vietnam), dan SETI (Thailand), yang amblas di zona merah masing–masing mencapai 2,42%, 1,96%, 1,71%, 1,63%, 1,48%, 1,42%, 1%, 0,96%, 0,84%, 0,76%, 0,48%, dan 0,35%.
Sentimen yang menyeret laju Bursa Saham Asia hari ini adalah datang dari ketidakpastian dan kegelisahan pasar atas berlanjutnya perang di Timur Tengah yang masih panas antara AS–Israel vs. Iran.
Terbaru, Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan menyerang infrastruktur strategis milik Iran jika negosiasi gagal menyudahi perang yang telah berlangsung selama sebulan.
AS akan menyerang Iran 'dengan sangat keras' selama dua hingga tiga minggu ke depan dan akan menargetkan 'setiap' pembangkit listrik negara tersebut, kata Trump dalam pidato pentingnya dalam jam tayang utama, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Biarpun sebelumnya ia juga mengatakan operasi militer "sangat dekat" dengan penyelesaian, risiko seputar eskalasi membuat harga minyak kembali melonjak.
Jumpei Tanaka, Kepala Strategi Investasi di Pictet Asset Management Japan Ltd, mengatakan pidato Donald Trump tidak sesuai harapan pasar yang menginginkan sinyal selesainya masa konflik.
Menurut Tanaka, Trump justru mengindikasikan potensi eskalasi dengan menyatakan AS dapat melancarkan serangan sangat keras terhadap Iran dalam dua hingga tiga pekan serta memperingatkan pembangkit listrik Iran akan menjadi target jika tidak tercapai kesepakatan.
“Akibatnya, pernyataan tersebut ditafsirkan sebagai faktor negatif bagi pasar saham,” papar Tanaka.
Senada, Dilin Wu, Analis Riset di Pepperstone Group, menilai pidato Trump mengecewakan karena di satu sisi mengklaim kemenangan, namun di sisi lain tetap mengancam serangan baru terhadap fasilitas energi Iran dalam beberapa pekan ke depan.
“Ini menunjukkan strategi tekanan tetap menjadi pilihan utama dibandingkan de-eskalasi penuh,” terang Wu.
Dari sisi teknikal, menyitir Phintraco Sekuritas, IHSG break low support psikologis 7.100 yang disertai dengan indikator MACD yang menunjukkan penyempitan histogram positif.
Dengan mempertimbangkan kombinasi sentimen fundamental dan konfirmasi teknikal tersebut, Phintraco memperkirakan IHSG akan bergerak dengan rentang pergerakan di kisaran 7.050–7.125 pada sesi kedua perdagangan hari ini.
(fad)




























