Rupiah Rebound Usai Libur, tetapi Risiko Belum Hilang
Redaksi
25 March 2026 09:25

Bloomberg Technoz, Jakarta - Membuka perdagangan perdana setelah libur panjang Nyepi dan Lebaran, rupiah menguat di tengah melemahnya indeks dolar AS dan penurunan harga minyak mentah.
Rupiah di pasar spot dibuka menguat 0,4% ke level Rp16.914/US$. Meski masih bergerak di level Rp16.900-an sama seperti posisi penutupan sebelum libur panjang, di Rp16.985/US$.
Penguatan rupiah pagi ini membawa rupiah menjadi posisi runner up di pasar Asia yang mayoritas mata uang bergerak di zona hijau. Penguatan dipimpin dolar Taiwan 0,41%, lalu rupiah 0,4%, won Korea Selatan 0,37%, yuan China 0,11%, ringgit Malaysia 0,10%, dan yuan offshore 0,085, baht Thauland 0,05% lalu dolar Singapura 0,02%. Sebaliknya, peso Filipina melemah 0,02% dan dua mata uang lainnya Yen Jepang dan dolar Hong Kong stagnan.
Melajunya mata uang Asia di zona hijau lantaran indeks dolar AS melemah 0,28% ke 99,15 menyusul penurunan harga minyak Brent sebesar 6,25% ke US$97,96 per barel. Penurunan harga minyak ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan adanya negosiasi dan harapan untuk mengakhiri perang.
Meski sempat terkoreksi, harga minyak secara umum masih bertahan di level tinggi. Sebagai perbandingan, sebelum konflik pecah, harga minyak mentah Brent berada di kisaran US$67–US$72 per barel.





























