Perang di Timur Tengah malah menjadi beban bagi gerak harga emas. Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran tersebut meletus sejak akhir Februari lalu.
Perang itu praktis menutup arus pelayaran di Selat Hormuz, jalur kunci pengiriman minyak dari kawasan Teluk. Presiden AS Donald Trump meminta bantuan dari negara-negara sekutu untuk mengamankan jalur tersebut, meski belum mendapat respons positif.
Tidak hanya itu, berbagai fasilitas minyak di Teluk juga terkena serangan. Perkembangan tersebut membuat harga minyak melonjak.
Dalam sebulan terakhir, harga minyak jenis brent hampir 45%. Pada periode yang sama, harga minyak light sweet melejit nyaris 39%.
Kenaikan harga minyak pada saatnya akan ikut mengerek harga bahan bakar minyak (BBM). Ketika ini terjadi, maka inflasi akan meninggi sehingga bank sentral di berbagai negara (termasuk Federal Reserve di AS) kesulitan untuk melonggarkan kebijakan moneter. Prospek penurunan suku bunga acuan menjadi samar-samar.
Awalnya pasar memperkirakan suku bunga acuan di AS bisa turun sampai tiga kali tahun ini. Namun dengan situasi sekarang, sekali saja mungkin sudah syukur.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga belum turun.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini? Berapa saja target yang perlu dicermati?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas tersungkur di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 26. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.
Namun indikator Stochastic RSI 14 hari sudah menyentuh 0. Paling rendah, sudah sangat jenuh jual (oversold).
Untuk perdagangan hari ini, harga emas sebenarnya berpeluang naik. Apalagi harga sudah melewati pivot point di US$ 4.363/troy ons.
Dari situ, ada potensi harga emas akan menguji resisten US$ 4.474/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. Resisten berikutnya ada di rentang US$ 4.488-4.528/troy ons.
Andai harga emas malah turun lagi, maka US$ 4.368/troy ons sepertinya menjadi support terdekat. Penembusan di titik ini berisiko melongsorkan harga ke kisaran US$ 4.327-4.287/troy ons.
(aji)


























