Situasi Lebaran di Palestina: Masjid Al-Aqsa Diblokade Israel
Redaksi
21 March 2026 10:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ibadah salat Idulfitri di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur, untuk pertama kalinya sejak 1967 dilaporkan tidak dapat dilaksanakan oleh jamaah Palestina. Pembatasan ketat yang diberlakukan otoritas Israel membuat ribuan warga tidak bisa mengakses kompleks masjid suci tersebut, sebagaimana dilaporkan media lokal dan Al Jazeera.
Otoritas Israel disebut menutup akses ke kompleks Al-Aqsa secara menyeluruh, hanya mengizinkan sejumlah kecil penjaga dan staf Wakaf masuk ke dalam area. Polisi juga dikerahkan secara besar-besaran di kawasan Kota Tua (Old City) dengan memasang barikade dan menutup sejumlah titik masuk.
Sejumlah saksi mata melaporkan aparat menembakkan gas air mata kepada warga Palestina yang mencoba mendekat untuk beribadah, termasuk di sekitar Bab al-Sahira (Gerbang Herodes). Akibatnya, banyak warga terpaksa melaksanakan salat Id di jalanan, seperti di sekitar Gerbang Singa dan Gerbang Damaskus.
Meski akses dibatasi, gema takbir Idulfitri tetap terdengar dari menara Masjid Al-Aqsa. Warga Palestina tetap berkumpul di area sekitar untuk beribadah, meski kemudian dibubarkan secara paksa oleh aparat. Pemerintah Yerusalem menyebut kebijakan ini sebagai “eskalasi berbahaya dan belum pernah terjadi sebelumnya” serta pelanggaran terhadap kebebasan beribadah.
Situasi serupa juga terjadi di Masjid Ibrahimi di Hebron, Tepi Barat selatan. Otoritas Israel dilaporkan memperketat pemeriksaan dan menutup sebagian besar pintu masuk, sehingga hanya 50 hingga 80 jamaah yang diizinkan masuk. Ribuan lainnya terpaksa melaksanakan salat di luar area masjid di bawah pengawasan militer.































