Logo Bloomberg Technoz

Kontribusi tersebut tercermin dari sejumlah pembangkit yang dioperasikan PGE. PLTP Kamojang memasok listrik bagi lebih dari 260.000 rumah tangga setiap hari. 

Sementara itu, PLTP Lahendong menyuplai lebih dari 30 persen kebutuhan listrik di Sulawesi Utara dan Gorontalo, serta PLTP Ulubelu menopang sekitar 20 persen kebutuhan listrik di Lampung.

Dari sisi operasional, tingkat ketersediaan pembangkit (availability factor) tercatat mencapai 98,93 persen, dengan tingkat gangguan (outage) sebesar 0,41 persen.

Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho menjelaskan bahwa panas bumi memiliki keunggulan karena tidak bergantung pada cuaca, cahaya, maupun bahan bakar fosil, sehingga mampu menjadi sumber energi yang stabil.

“PGE mendukung upaya transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon, terutama pada periode dengan kebutuhan listrik tinggi seperti mudik Idulfitri. Dengan demikian, PGE mengembangkan panas bumi secara berkelanjutan serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam seluruh aspek operasional,” ujarnya.

Upaya tersebut juga sejalan dengan target peningkatan kapasitas pembangkit energi baru terbarukan (EBT) hingga 76% pada periode 2025-2034 sebagaimana tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). PGE menyatakan terus mendorong pemanfaatan energi panas bumi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

(rtd)

No more pages