Menurut Prabowo, saat ini sudah banyak kendaraan di sejumlah negara yang tak bergerak atau mengalami pembatasan gegara konflik di Timur Tengah.
Adapun, konflik tersebut menutup jalur perdagangan migas dunia di Selat Hormuz sehingga harga minyak melonjak dan muncul kekhawatiran pengetatan pasokan. Selain pembangunan PLTS, Prabowo menyatakan pemerintah bakal mempercepat pengembangan bahan bakar nabati berupa bioetanol dan biodiesel.
“Saya dengar hari ini banyak kendaraan di di negara tertentu sudah nggak bergerak. Kita masih bisa. Kita punya banyak alternatif. Kita punya kelapa sawit bisa kita rubah menjadi solar. Bisa menjadi etanol dari tebu kita bisa dari singkong kita bisa dari jagung,” ujar Prabowo.
Lalu, Prabowo menyatakan Indonesia bakal mengembangkan pembangkit listrik panas bumi, sebab potensi yang dimiliki Indonesia cukup besar.
Sebelumnya, Menteri ESDM Lahadalia mengungkap berencana merevisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Tahun 2025-2034, sebab pemerintah tengah mempercepat dedieselisasi hingga membangun PLTS.
Bahlil mengungkap keputusan tersebut diwacanakan usai Presiden Prabowo Subianto membentuk satuan tugas (satgas) transisi energi. Satgas tersebut bakal mempercepat penggunaan energi alternatif, termasuk panas bumi.
"Mungkin pas hari raya ini sudah bisa action, dan pertama yang kita akan selesaikan adalah [mengganti pembangkit] diesel-diesel akan kita selesaikan semua dengan PLTS dan juga adalah geotermal," kata Bahlil kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (12/3/2026).
"Dan saya juga akan berencana untuk mengubah RUPTL," ungkap Bahlil.
Bahlil menyatakan lokasi PLTS tersebut bakal tersebar di berbagai wilayah, utamanya di daerah-daerah yang sebelumnya memiliki pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).
Menurut Bahlil, percepatan penggunaan energi bersih terbarukan (EBT) tersebut menjadi penting di tengah kondisi meroketnya harga minyak dunia dan potensi ketatnya pasokan migas dari pasar global.
"Karena itu kita mengoptimalkan seluruh potensi kita yang ada dalam negeri, energi-energi yang bisa kita konversi dari fosil untuk kita bisa lakukan seperti ini," tegas dia.
Sekadar informasi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkap program konversi kendaraan roda dua dengan mesin konvensional ke mesin motor listrik (molis) bakal dilanjutkan. Nantinya pemerintah bakal memberikan subsidi konversi, biaya konversi yang dipatok mencapai Rp6 juta per unit.
Bahlil menyatakan kepastian tersebut terungkap usai Presiden Prabowo Subianto membentuk satuan tugas (satgas) yang menjalankan percepatan transisi energi.
"Percepatan konversi kit dari kendaraan bermotor kita yang 120 juta motor yang memakai bensin. Kita akan mencoba bertahap untuk melakukan konversi ke motor listrik," kata Bahlil kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (5/2/2026).
Selain konversi molis, Bahlil menyatakan satgas tersebut bakal mempercepat pembangunan PLTS dengan kapasitas total 100 gigawatt (gw). Lebih lanjut, satgas yang diketuai Bahlil tersebut juga bakal mempercepat konversi PLTD ke PLTS. Dia menyebut langkah ini diharapkan dapat mengurangi subsidi listrik.
Di sisi lain, satgas tersebut bakal mempercepat pengurangan konsumsi gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG), salah satunya melalui percepatan konversi dari kompor gas ke kompor listrik.
(ain)





























