"Jadi problem-nya itu, tapi dia tetap ekspor, cuma permintaan dari Timur Tengah sebenarnya nggak berubah. Kendalanya memang sedikit ada kenaikan [biaya angkut]," tutur dia.
Sebelumnya, rencana pertemuan otoritas perdagangan dengan GPEI tersebut diungkapkan langsung oleh Busan. Pertemuan direncakan untuk membahas dampak eskalasi perang.
Sebelumnya pertemuan itu, Kemendag juga telah mengkaji dampak perdagangan dari perang tersebut bersama Badan Kebijakan Perdagangan atau BK Perdag.
Namun, hitung-hitungan tersebut masih belum dapat dipastikan sebelum menemui langsung para pelaku usaha sekaligus mendengar masukan. Dia juga belum bisa memastikan sejumlah komoditas apa saja yang terganggu imbas perang tersebut.
"Kemarin kita kaji dengan BK Perdag, tapi kami juga belum bisa memastikan sebelum kami memang dapat masukan juga dari para pelaku usaha. Mudah-mudahan, harapan kita perang cepat selesai," kata Busan, belum lama ini.
(ain)
































