Logo Bloomberg Technoz

Simon turut mensinyalir tengah mendorong agar BU hilir migas swasta yang mengalami kekosongan stok BBM dapat membelinya dari Pertamina.

"Itu terus ada [pembahasan jual–beli BBM dengan SPBU swasta]. Tadi juga kami ketemu di dalam dan tim kita dari Pertamina Patra Niaga sudah melakukan komunikasi terus dan akan kami dorong juga hari ini supaya terus [berjalan]," kata Simon kepada awak media di Kantor BPH Migas, Kamis (12/3/2026).

Terkait dengan jenis base fuel yang ditawarkan, Simon mengungkap Pertamina tidak hanya bisa memasok solar ke BU swasta, tetapi juga bisa menjual bensin bagi BU hilir migas yang membutuhkan.

"Macam-macam ya [BU hilir migas swastanya]. Semua ya mungkin [solar hingga bensin]," ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia angkat bicara soal stok BBM  di jaringan SPBU Shell yang kembali kosong sejak awal tahun ini.

Bahlil mengatakan Shell dapat melakukan pengadaan BBM dengan Pertamina untuk menambal kekosongan stok tersebut. Dia juga berkeras tidak ada kekosongan BBM saat ini.

"Saya pikir semuanya ada ya RON 92, RON 95, RON 98, semuanya ada, solar juga ada, tinggal dilakukan business to business saja," kata Bahlil di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Hanya saja, Bahlil enggan berkomentar banyak terkait rekomendasi kuota impor Shell yang belum diterbitkan hingga saat ini. Padahal rekomendasi impor BBM untuk pengelola SPBU swasta lainnya sudah diterbitkan.

"Nanti coba saya cek," kata Bahlil.

Pasokan bensin di jaringan SPBU milik Shell Indonesia terpantau masih kosong sampai saat ini. Bensin RON 92 atau Super Shell, BBM RON 95 atau V-Power, BBM RON 98 atau V-Power Nitro+ tidak tersedia di seluruh jaringan SPBU Shell.

Kondisi tersebut terjadi ketika pasokan BBM di jaringan SPBU BP-AKR justru sudah mulai pulih. Terpantau, seluruh jenis BBM kembali tersedia di BP-AKR; bensin RON 92 atau BP 92, RON 95 atau BP Ultimate, dan solar atau BP Ultimate Diesel.

Begitu juga dengan Vivo, stok BBM RON 92 dan RON 95 terpantau tersedia di hampir seluruh jaringan SPBU Vivo di wilayah Jabodetabek.

Saat dimintai konfirmasi, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyatakan Shell menjadi BU hilir migas swasta yang paling terakhir mengajukan pembelian base fuel atau BBM dasaran ke Pertamina.

"[Rekomendasi impor BBM Shell 2026] masih dievaluasi, kan terakhir juga kemarin mereka pemesanan ke Pertamina kan 2025 terakhir," kata Laode ditemui di Menara Bank Mega, Kamis (5/2/2026).

President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia Ingrid Siburian sebelumnya menyebut masih terus berkoordinasi dengan pemerintah ihwal permohonan rekomendasi impor BBM periode 2026, sesuai regulasi yang berlaku.

Meskipun begitu, Ingrid tidak menegaskan apakah perseroan sudah mendatangkan impor BBM menggunakan kuota impor 2026 atau justru masih belum mendapatkan rekomendasi impor tersebut.

"Shell Indonesia ingin menginformasikan bahwa kami terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait dengan permohonan rekomendasi impor BBM 2026 sesuai dengan tata laksana yang berlaku," kata Ingrid dalam keterangan resminya, Sabtu (7/2/2026).

(azr/ros)

No more pages