"Dua kapal Pertamina International Shipping yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab, kondisi kapal dan kru dalam keadaan aman dan selamat,” kata Vega dalam keterangan tertulis, Selasa (10/3/2026).
Lantas, bagaimana profil dua tanker milik PIS tersebut?
Pertamina Pride
Pertamina Pride merupakan kapal tanker very large crude carrier (VLCC) atau supertanker yang memiliki kapasitas angkut 301.000 deadweight ton (DWT) atau sekitar 2 juta barel minyak mentah.
Kapal ini dibangun di Galangan Japan Marine United (JMU) sejak 2018 dan dilakukan serah terima pada akhir Maret 2021. Saat ini, tanker milik Pertamina tersebut dikelola oleh NYK Shipmanagement Pte Ltd.
Berdasarkan catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pertamina Pride telah memenuhi regulasi internasional antara lain; International Maritime Organization (IMO) hingga regulasi IMO Performance Standard for Protective Coatings (PSPC) telah diterapkan pada tangki muatan minyak (COT) hingga tangki ballast air (WBT).
Gamsunoro
Gamsunoro merupakan kapal tanker jenis aframax atau tanker minyak berukuran menengah dengan bobot mati 100.000 DWT. Saat ini, tanker tersebut dikelola oleh Synergy Ship Management.
Kapal yang dibangun pada 2010 ini dioperasikan untuk mengangkut dan mendistribusikan minyak mentah, berbendera Indonesia, dan juga diawaki oleh kru-kru Indonesia.
Gamsunoro sebelumnya sempat mengalami kondisi serupa, kapal tersebut pada 2024 berhasil meninggalkan area Laut Merah dengan selamat padahal tengah dipenuhi pemberontak Houthi.
Kala itu, Gamsunoro tengah mengangkut kargo minyak mentah dan berhasil menuju perairan Amerika Serikat.
Kapal ini juga dilengkapi dengan berbagai peralatan standar internasional termasuk Panama Chock dan Suez Canal Certificate, yang memastikan kelancaran operasional di terusan internasional seperti Terusan Panama dan Terusan Suez.
Sekadar informasi, PIS sebelumnya melaporkan terdapat empat kapal yang berada di kawasan Timur Tengah.
Antara lain; Gamsunoro di Khor al Zubair, Irak, Pertamina Pride yang tengah melakukan proses muat di Ras Tanura, PIS Rinjani dalam posisi lego jangkar di Khor Fakkan, serta PIS Paragon di Oman.
Dari empat kapal tersebut, dua kapal masih berada di dalam area teluk, yaitu Pertamina Pride yang dikelola NYK dan Gamsunoro yang dikelola Synergy Ship Management.
Sementara itu, PIS Rinjani dan PIS Paragon telah beranjak dari area perairan konflik di Timur Tengah.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia ke Samudra Hindia. Sebagai jalur esensial bagi perdagangan energi global, selat ini mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.
Sejak perang pecah, kapal-kapal tanker menghindari titik nadi ini karena risiko yang terus meningkat, termasuk ancaman Teheran terhadap kapal-kapal yang melintas.
Puluhan kapal tanker minyak bermuatan penuh berlabuh di Teluk Persia setelah serangan di dekat Selat Hormuz hampir menutup jalur air tersebut, mengganggu logistik regional, memperlambat ekspor, dan mengancam produksi jangka pendek.
(azr/wdh)






























