Jebel Ali berbatasan dengan salah satu kawasan industri terbesar di dunia, yang menjadi persimpangan penting bagi barang yang dikirim dari Asia ke Afrika, Eropa, dan Pantai Timur AS. Perusahaan-perusahaan besar Amerika dan Eropa memiliki pusat distribusi, pengemasan, dan pergudangan di Zona Bebas Jebel Ali, yang luasnya hampir dua kali lipat dari Bandara Internasional O’Hare Chicago.
Dubai juga merupakan pusat penting bagi kargo udara internasional. Dua maskapai penerbangan terbesar di Uni Emirat Arab telah menghentikan penerbangan, dan bandara-bandara rusak akibat puing-puing serangan yang terjadi setelah konflik yang dimulai akhir pekan lalu.
AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu. Balasan Iran menargetkan negara-negara di seluruh kawasan, termasuk aset militer AS di Uni Emirat Arab, Qatar, dan Bahrain. Konflik ini juga menghambat pergerakan kapal, termasuk kapal pengangkut minyak dan gas, masuk dan keluar Selat Hormuz di tengah peringatan untuk menghindari jalur air yang sempit tersebut.
Kantor Media Dubai di X sebelumnya mengatakan Jebel Ali, pelabuhan kontainer tersibuk di dunia di luar Asia, mengalami kebakaran di salah satu dermaganya akibat puing-puing yang jatuh dari serangan udara. Tim Penanggulangan Bencana sedang berusaha memadamkan api, menurut unggahan tersebut pada Minggu pagi.
Dubai authorities confirm that debris resulting from an aerial interception caused a fire at one of the berths at Jebel Ali Port. Dubai Civil Defense teams responded immediately and are continuing their efforts to fully extinguish the fire. No injuries have been reported.…
— Dubai Media Office (@DXBMediaOffice) February 28, 2026
Pecahnya pertempuran mengancam akan menyebabkan kemacetan di pelabuhan-pelabuhan, di mana kargo harus dialihkan, menambah tekanan yang akan mengerek tarif kontainer spot, yang sudah meningkat untuk layanan yang dibutuhkan di zona konflik.
Hapag-Lloyd pada Minggu mengumumkan "biaya tambahan risiko perang" sebesar US$1.500 per kontainer 20 kaki untuk pengiriman di wilayah tersebut, berlaku mulai Senin.
Pemilik kargo "sebaiknya bersiap menghadapi efek domino dengan kenaikan tarif spot pada perdagangan laut dalam utama lainnya," tulis Lars Jensen, CEO Vespucci Maritime, dalam unggahan di LinkedIn.
Cosco Shipping Holdings Co, operator pelayaran terbesar China, mengatakan kapal yang sudah memasuki Teluk Persia dan menyelesaikan operasinya "telah diperintahkan untuk menuju perairan aman agar berdiam atau berlabuh." Cosco mengatakan sedang mengevaluasi opsi "termasuk pelabuhan pembongkaran alternatif potensial."
Hindari Laut Merah
Selain menghindari Hormuz, Maersk mengatakan sedang mengalihkan layanan dari Terusan Suez dan mengirim kapal-kapal mengelilingi ujung selatan Afrika, setelah Houthi mengancam akan memulai kembali serangan terhadap kapal kargo di Laut Merah yang terkait dengan AS dan Israel. Hapag-Lloyd, pemain nomor 5 dan mitra Maersk dalam aliansi berbagi kapal, mengumumkan pengalihan rute serupa.
CMA CGM SA Prancis, yang menempati peringkat ketiga, memerintahkan kapal-kapal di Teluk Persia agar segera mencari perlindungan dan menangguhkan perjalanan melalui Terusan Suez. Mereka memberlakukan "biaya tambahan konflik darurat" sebesar US$2.000 per kontainer 20 kaki untuk pemesanan di wilayah tersebut.
Langkah-langkah tersebut diambil setelah Maersk dan operator lain, sebelum kekerasan terbaru meletus, mengindikasikan bahwa 2026 akan menjadi tahun mereka kembali sepenuhnya ke rute pintas Terusan Suez antara Asia dan Eropa setelah sebagian besar menghindari rute tersebut sejak serangan Houthi memaksa mereka mengambil rute lebih panjang di selatan Afrika sejak Desember 2023.
"Dampak dari operasi militer gabungan AS dan Israel terhadap Iran dan tindakan balasan selanjutnya akan menyebabkan perdagangan semakin dimiliterisasi dan menghancurkan harapan akan kembalinya pengiriman kontainer skala besar ke Laut Merah pada 2026," kata Peter Sand, analis utama Xeneta, platform pengiriman digital berbasis di Oslo.
(bbn)




























