Logo Bloomberg Technoz

Mayerfas menyampaikan harapan agar mushaf yang diwakafkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar digunakan secara aktif oleh masyarakat. Ia menekankan pentingnya interaksi personal dengan Alquran sebagai fondasi pembentukan karakter.

“Sehingga kegiatan bertadarus, menafsirkan isi di dalamnya, kemudian mengaplikasikannya dalam keseharian akan berlangsung secara utuh,” ujarnya.

Melalui dukungan PP Muhammadiyah, seluruh mushaf tersebut akan didistribusikan ke berbagai sarana peribadatan, lembaga pendidikan, serta majelis taklim. Langkah ini diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap Alquran, terutama di lingkungan pendidikan.

Sebelumnya, pada Selasa 24 Februari, yayasan juga menyerahkan lebih dari 1.000 mushaf kepada PP Muhammadiyah dalam agenda silaturahim di Universitas Muhammadiyah Tangerang, Banten.

Dalam kesempatan itu, Saleh Husin bersama Agus Wahyudi menyerahkan wakaf tersebut kepada Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief.

Acara tersebut turut disaksikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir beserta jajaran pimpinan lainnya dan ribuan peserta pengkajian yang hadir.

Hingga kini, dengan dukungan APP Group, sebanyak 1,4 juta mushaf Alquran telah disebarluaskan sejak 2008 ke berbagai wilayah di Indonesia.

Distribusi itu dilakukan melalui kemitraan luas, mulai dari pemerintah, TNI, Polri, lembaga keagamaan, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, hingga komunitas profesi.

Keberadaan Yayasan Muslim Sinar Mas sendiri bertujuan mewadahi praktik keislaman yang terbuka, toleran, setara, dan penuh kasih di lingkungan perusahaan. Nilai tersebut diharapkan menjadi energi untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus produktivitas kerja.

Di ranah eksternal, yayasan aktif membangun silaturahim dan sinergi dengan berbagai pihak melalui kegiatan sosial dan pendidikan. Wakaf Alquran menjadi salah satu bentuk nyata komitmen tersebut.

Melalui langkah ini, Sinar Mas menegaskan bahwa kontribusi korporasi tidak terbatas pada aspek ekonomi, tetapi juga mencakup pembangunan spiritual dan pendidikan umat.

Ramadan pun kembali menjadi momentum mempererat kolaborasi antara dunia usaha dan organisasi keagamaan, dengan tujuan memperluas manfaat bagi masyarakat luas.

Inisiatif wakaf ini diharapkan terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di berbagai daerah, memperkuat nilai pendidikan Islam yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

(tim)

No more pages