Logo Bloomberg Technoz

Perdagangan China–Iran sangat berpihak pada Beijing. China menyumbang sekitar sepertiga perdagangan Iran, sementara Republik Islam itu hanya mewakili kurang dari 1% perdagangan global bagi ekonomi terbesar kedua dunia tersebut, menurut Center for Strategic and International Studies. Meski Beijing membeli sekitar 90% ekspor minyak Iran dengan menentang sanksi AS, negara Timur Tengah itu pada akhirnya merupakan mitra energi yang dapat digantikan bagi China.

Meski demikian, sekitar sepertiga pasokan minyak mentah China berasal dari kapal yang melintasi Selat Hormuz, jalur sempit di dekat Iran yang menghubungkan Teluk Persia dengan laut lepas. Setelah pemboman pada Sabtu, sejumlah kapal tanker menghindari pelayaran melalui selat itu karena sebagian pemilik kapal mengambil langkah hati-hati.

China dalam beberapa tahun terakhir memperkuat hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Teheran, meski tidak memiliki aliansi formal. Xi mendukung keanggotaan Iran dalam organisasi keamanan Shanghai Cooperation Organization pada 2023 serta masuknya ke blok BRICS, kelompok yang diperkuat Beijing untuk menantang kekuatan AS di panggung global.

Meski menandatangani perjanjian kerja sama strategis 25 tahun pada 2021 yang mencakup janji investasi China senilai sekitar US$400 miliar (Rp6.730 triliun dengan asumsi US$1 sama dengan Rp16.824), implementasinya berjalan lemah. Kepentingan ekonomi China di kawasan Teluk secara keseluruhan kini jauh lebih besar dibandingkan hubungannya dengan Iran.

Beijing juga enggan memasok senjata kepada Iran karena khawatir terhadap sanksi AS. Pada eskalasi ketegangan Timur Tengah sebelumnya, China cepat mengecam serangan dan menawarkan cetak biru empat poin untuk konflik Israel–Iran, tetapi tidak memberikan dukungan material.

“Praktik menyerang secara terbuka negara berdaulat dan menekannya untuk menggulingkan rezimnya tidak lain adalah politik kekuatan dan hegemoni,” tulis kantor berita resmi Xinhua dalam komentarnya setelah serangan terbaru. “Perilaku agresif dan hegemonik pada akhirnya akan berbalik arah.”

China Daily, unit propaganda Partai Komunis berbahasa Inggris, juga mengecam serangan AS dan Israel terhadap Iran.

Tindakan militer yang dilakukan AS dan Israel “menyuburkan kekacauan dan memicu siklus balasan yang dapat menyeret seluruh kawasan,” tulis China Daily dalam editorial pada Sabtu. “Prioritas utama haruslah mencegah perang yang lebih luas.”

(bbn)

No more pages