Logo Bloomberg Technoz

Potret Pembangunan Tanggul Laut Cegah Jakarta Tenggelam

Andrean Kristianto
11 January 2024 17:02

Suasana proyek tanggul laut di Kosambi,Tangerang, Kamis (11/1/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Suasana proyek tanggul laut di Kosambi,Tangerang, Kamis (11/1/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Kementrian PUPR saat ini sedang mengebut pembangunan tanggul laut. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Kementrian PUPR saat ini sedang mengebut pembangunan tanggul laut. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Tanggul laut untuk atasi fenomena kenaikan permukaan laut, dan hilangnya tanah di teluk bagian utara Jakarta. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Tanggul laut untuk atasi fenomena kenaikan permukaan laut, dan hilangnya tanah di teluk bagian utara Jakarta. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Salah satu proyek tanggul berada di perkampungan nelayan di Dadap, Kosambi, Tangerang. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Salah satu proyek tanggul berada di perkampungan nelayan di Dadap, Kosambi, Tangerang. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Tanggul laut tersebut dibangun hingga sungai Prancis sepanjang 4,8 kilometer  (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Tanggul laut tersebut dibangun hingga sungai Prancis sepanjang 4,8 kilometer (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pembangunan Tanggul Laut Jakarta untuk menghalau banjir rob yang kerap terjadi di pesisir. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pembangunan Tanggul Laut Jakarta untuk menghalau banjir rob yang kerap terjadi di pesisir. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Tanggul laut ini diharapkan dapat menghalau banjir rob yang selalu terjadi di kampung nelayan Dadap ini (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Tanggul laut ini diharapkan dapat menghalau banjir rob yang selalu terjadi di kampung nelayan Dadap ini (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Kampung nelayan Dadap, Tangerang selalu banjir rob ketika air laut sedang pasang. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Kampung nelayan Dadap, Tangerang selalu banjir rob ketika air laut sedang pasang. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Nantinya ada beberapa rumah di kampung nelayan ini akan terkena dampak penggusuran. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Nantinya ada beberapa rumah di kampung nelayan ini akan terkena dampak penggusuran. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Suasana proyek tanggul laut di Kosambi,Tangerang, Kamis (11/1/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Kementrian PUPR saat ini sedang mengebut pembangunan tanggul laut. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Tanggul laut untuk atasi fenomena kenaikan permukaan laut, dan hilangnya tanah di teluk bagian utara Jakarta. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Salah satu proyek tanggul berada di perkampungan nelayan di Dadap, Kosambi, Tangerang. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Tanggul laut tersebut dibangun hingga sungai Prancis sepanjang 4,8 kilometer  (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pembangunan Tanggul Laut Jakarta untuk menghalau banjir rob yang kerap terjadi di pesisir. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Tanggul laut ini diharapkan dapat menghalau banjir rob yang selalu terjadi di kampung nelayan Dadap ini (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Kampung nelayan Dadap, Tangerang selalu banjir rob ketika air laut sedang pasang. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Nantinya ada beberapa rumah di kampung nelayan ini akan terkena dampak penggusuran. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah menyiapkan konsep pembangunan giant sea wall atau tanggul laut raksasa di kawasan Pantai Utara Jawa. Sampai saat ini, estimasi anggaran pembangunan tanggul diperkirakan mencapai Rp164,1 triliun. 

Giant sea wall merupakan tanggul laut raksasa yang menjadi solusi atas fenomena kenaikan permukaan laut, dan hilangnya tanah di sepanjang daerah Pesisir Pantura Jawa, termasuk teluk bagian utara Jakarta.

Selanjutnya, berdasarkan kajian yang telah dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), terdapat tiga tahapan pembangunan yang nantinya akan dikerjakan.

Pertama, fase A yang saat ini pembangunan tanggul pantai dan sungai, serta pembangunan sistem pompa di wilayah Pesisir Utara Jakarta.

Selanjutnya, fase B yakni pembangunan tanggul laut dengan konsep terbuka pada sisi sebelah Barat Pesisir Utara Jakarta.

Untuk pembangunan fase B harus dikerjakan sebelum tahun 2023 dengan asumsi penurunan tanah tidak bisa terhentikan.

Terakhir, fase C yaitu pembangunan tanggul laut pada sisi sebelah Timur Pesisir Utara Jakarta yang harus dikerjakan sebelum tahun 2040.

Sampai saat ini, estimasi anggaran pembangunan untuk tanggul fase A dan B diperkirakan mencapai Rp164,1 triliun, yang skema pendanaannya dilakukan melalui mekanisme Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

(azr/ezr)