
Serbuan Rokok Gelap dari 'Madura', Cukai dan Jerit Petani
Dimas Jarot Bayu
10 February 2026 12:44

Artikel ini termasuk dalam Bloomberg Businessweek Indonesia Edisi Februari 2026
Bloomberg Businessweek Indonesia, Jakarta - Bagi sebagian besar perokok Indonesia, menutup makan siang tanpa hisapan tembakau bak makan sayur tanpa garam, seperti ritual yang tak tuntas. Itu pula yang dirasakan Muhammad Fadillah, seorang karyawan swasta di Jakarta Selatan. Baginya, rokok menjadi semacam hidangan penutup untuk ‘menyempurnakan’ ritual makannya.

Untuk membuka akses penuh Bloomberg Businessweek Indonesia, silahkan Login atau Register akun Bloomberg Technoz terlebih dahulu
(djb/bbw)








