
Upaya Trump Tekan Harga Obat AS Picu Lonjakan Harga di Negara Lain
News
17 March 2026 04:54

Fabienne Kinzelmann - Bloomberg Businessweek
(Bloomberg Businessweek) - Selama beberapa tahun terakhir, onkolog asal Swiss Christoph Renner mengobati pasien kanker darah dengan Lunsumio, obat yang membantu sistem kekebalan mengenali dan menghancurkan sel ganas. Namun, sebuah surel yang ia terima musim panas lalu dari Roche Holding AG, produsen obat tersebut, menginformasikan bahwa obat itu tak tersedia lagi di Swiss karena asuransi kesehatan menolak menanggungnya. “Anda tahu apa yang bisa dilakukan obat ini, lalu tiba-tiba diberi tahu bahwa Anda tak bisa lagi memakainya,” kata Renner, profesor di University of Basel.
Langkah ini merupakan respons Roche terhadap aturan baru Presiden Donald Trump yang memaksa perusahaan farmasi menurunkan harga obat di AS agar seimbang dengan harga di negara maju lainnya. Di Swiss, misalnya, harga obat baru biasanya jauh lebih murah daripada di Amerika. Jadi, teorinya warga AS bakal untung dengan perubahan ini. Masalahnya, bukannya menurunkan harga di AS, perusahaan farmasi malah ramai-ramai menaikkan harga obat di negara-negara lain.

Untuk membuka akses penuh Bloomberg Businessweek Indonesia, silahkan Login atau Register akun Bloomberg Technoz terlebih dahulu
(bbn)








