Logo Bloomberg Technoz

Pertemuan bulan ini akan menjadi yang pertama kali diadakan di Washington, lokasi yang nantinya akan menjadi markas besar dewan tersebut. Trump menyebut dewan ini akan menjadi "kumpulan pemimpin paling bergengsi yang pernah ada dalam sejarah."

Pada awalnya, Gedung Putih mendeskripsikan dewan ini sebagai badan pengawas terbatas yang bertujuan memandu Gaza melalui proses pelucutan senjata dan transisi teknokratis. Konsep ini bahkan sempat memenangkan dukungan PBB bersamaan dengan proses perdamaian yang lebih luas pada November lalu.

Namun, seiring dengan semakin jelasnya struktur organisasi ini, para sekutu AS di Eropa, pemimpin organisasi internasional, dan para pakar mulai mengekspresikan kebingungan atas tujuan sebenarnya dari dewan tersebut. Sebagai contoh, draf piagam organisasi tersebut bahkan tidak menyebutkan kata "Gaza". Hal ini membuat sekutu dekat seperti Inggris, Prancis, dan anggota Uni Eropa lainnya merasa cukup khawatir hingga memilih untuk tidak terlibat.

Di sisi lain, hingga saat ini, Indonesia dan AS memang belum menandatangani kesepakatan final soal tarif perdagangan antardua negara. 

(dov/frg)

No more pages