DPR kemudian memilih Thomas sebagai deputi gubernur BI baru dan resmi ditetapkan dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-12 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 pada Selasa (27/1/2026).
Bantu Komunikasi Pemerintah
Pada bulan lalu, Thomas mengakui kehadiran dirinya di jajaran pimpinan bank sentral akan mempermudah jalur komunikasi dengan pemerintah.
Pernyataan ini ia sampaikan saat menjawab pertanyaan soal seberapa penting peran mantan politisi partai Gerindra itu, yang juga keponakan Presiden Prabowo Subianto, menggeser jabatannya dari Wakil Menteri Keuangan menjadi salah satu petinggi di bank sentral.
"Value added saya di BI [terhadap kepentingan Presiden] juga sama dengan value added saya masuk ke Kemenkeu," ujar Thomas dalam taklimat media di Jakarta, Rabu (28/1/2026).
"Nah value added ini apa? Yang paing penting komunikasi," imbuhnya menegaskan.
Thomas menyontohkan, proses komunikasi tersebut seperti langkah dirinya yang usai kontestasi pemilihan presiden pada 2024 lalu menjadi salah satu tim transisi bagian ekonomi kelompok politik Prabowo kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Saat itu, dirinya bertugas memastikan rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2025 yang masih dirancang oleh rezim Presiden Joko Widodo agar selaras dengan rencana program Prabowo.
"Salah satu yang sebetulnya membantu Kemenkeu, di bawah Bu Sri Mulyani merancang anggaran tahun berikutnya untuk supaya anggaran Presiden Prabowo [nanti menjabat] itu masuk," tutur dia.
(lav)





























