Logo Bloomberg Technoz

Sebagai pemimpin lama Partai Bhumjaithai, Anutin dikenal sebagai operator pragmatis. Ia memiliki reputasi mampu bekerja sama baik dengan pemerintahan sipil maupun penguasa militer. Ia pernah menduduki berbagai jabatan menteri senior di beberapa era administrasi sebelum akhirnya naik ke puncak kekuasaan.

September lalu, ia resmi menjadi Perdana Menteri melalui kesepakatan dengan Partai Rakyat—blok oposisi terbesar—setelah Paetongtarn Shinawatra dicopot oleh Mahkamah Konstitusi karena pelanggaran etika. Namun, Anutin memutuskan menggelar pemilu dipercepat setelah Partai Rakyat mengancam akan menggulingkannya melalui mosi tidak percaya.

Menariknya, sosok yang dulu dijuluki "Raja Ganja" karena memelopori de-kriminalisasi ganja pertama di Asia pada 2022 ini, kini mulai menjaga jarak dari isu tersebut. Langkah ini diambil demi menarik pemilih konservatif di tengah reaksi keras publik terhadap menjamurnya toko-toko ganja di Thailand.

Di waktu luangnya, Anutin adalah kolektor jimat Buddha serta pemain saksofon dan piano. Ia juga aktif sebagai pilot sukarelawan dalam program "Heart With Wings" Palang Merah Thailand, menggunakan jet pribadinya untuk mengantar bantuan jantung bagi pasien transplantasi.

PM Thailand Anutin Charnvirakul (Dario Pignatelli/Bloomberg)

Bagaimana Ia Naik ke Puncak Kekuasaan?

Kebangkitan Anutin mencerminkan perpaduan antara strategi yang matang dan momentum yang tepat. Bhumjaithai—yang berarti "Bangga menjadi Thailand"—berdiri pada tahun 2008 sebagai faksi pecahan dari partai yang berafiliasi dengan Thaksin Shinawatra. Anutin secara bertahap memperluas basis partainya dengan merangkul dinasti-dinasti politik lokal yang berpengaruh.

Anutin muncul sebagai wajah baru kubu konservatif setelah mundurnya Prayuth Chan-Ocha, mantan jenderal dan pemimpin kudeta yang berkuasa sejak 2014 hingga 2023. Di Thailand, di mana pengadilan dan kudeta sering kali menjatuhkan pemerintah terpilih, dukungan dari institusi kerajaan merupakan aset yang sangat vital.

Belakangan ini, ia memposisikan diri sebagai kekuatan penyeimbang di tengah lanskap politik yang semakin terpolarisasi, sembari merekrut para teknokrat ke dalam kabinetnya. Lonjakan sentimen nasionalis akibat kekerasan di perbatasan Kamboja memperkuat narasinya tentang keamanan, kedaulatan, dan kesinambungan.

Apa Prioritasnya?

Anutin mengambil sikap tegas dalam mempertahankan kedaulatan Thailand—sebuah pesan yang beresonansi kuat dengan pemilih nasional. Dalam kampanye terakhirnya, Jumat (6/2), Anutin berencana membatalkan perjanjian tahun 2001 dengan Kamboja terkait klaim maritim di Teluk Thailand yang mencakup potensi cadangan gas alam. Ia juga berjanji akan membangun tembok di sepanjang perbatasan darat Thailand-Kamboja.

Di sektor domestik, partainya lebih fokus pada hasil nyata yang pragmatis ketimbang reformasi menyeluruh. Anutin mengandalkan kelanjutan program bantuan "co-payment" atau subsidi bersama untuk meringankan beban rumah tangga akibat tingginya biaya hidup dan utang.

Bhumjaithai memperkirakan platform kebijakannya akan membutuhkan dana sekitar 148 miliar baht (sekitar Rp79 triliun) per tahun. Alokasi terbesar akan diarahkan pada rencana energi murah yang bertujuan menurunkan tarif listrik melalui pembangkit listrik berbasis komunitas dan energi hijau.

(bbn)

No more pages