Logo Bloomberg Technoz

7 Cara Meminimalisir Rugi Investasi Saham untuk Pemula

Referensi
05 February 2026 18:19

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Investasi saham kerap dipromosikan sebagai jalan menuju kebebasan finansial. Namun di balik potensi keuntungan, risiko kerugian besar selalu mengintai, terutama bagi investor pemula yang terlalu fokus pada cuan cepat.

Praktik di pasar global menunjukkan, investor profesional justru memulai strategi dari sisi sebaliknya. Mereka menempatkan pengendalian kerugian sebagai prioritas utama sebelum berbicara soal profit.

Pendekatan ini bukan sekadar teori. Berbagai lembaga keuangan internasional menegaskan bahwa kemampuan bertahan di pasar jauh lebih menentukan hasil jangka panjang dibandingkan keberanian mengambil risiko besar.


Berikut ulasannya yang dirangkum Bloomberg Technoz dari berbagai sumber.

Mengapa Membatasi Kerugian Lebih Krusial

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Menurut CFA Institute, dampak kerugian besar tidak hanya bersifat finansial, tetapi juga psikologis. Investor yang mengalami penurunan tajam cenderung mengambil keputusan emosional yang memperburuk keadaan.

Fakta Matematis Kerugian

  • Portofolio yang turun 50 persen membutuhkan kenaikan 100 persen untuk kembali ke titik impas.

  • Kerugian besar menggerus waktu dan peluang investasi berikutnya.